Jika Tak Suka Karya Orang Lain di Medsos, Lebih Baik Diam

Halmahera Barat – Etika dalam bermedia sosial (medsos) amat diperlukan tak hanya untuk menghormati keberadaan pengguna media sosial lain saja tetapi juga bagi kepentingan kita sendiri agar tak menimbulkan masalah serius di kemudian hari.

Menurut Vidson Toory Founder Bacarita Santai dalam Webinar Literasi Digital wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, Selasa 13 Juli 2021, ada sejumlah hal yang patut ditanamkan dan dipahami baik-baik sebelum berselancar di medsos yang akan menjadi rambu-rambu aktivitas di medsos.

“Beberapa etika penting dalam menggunakan jejaring sosial adalah etika dalam berkomunikasi, hindari penyebaran SARA, kroscek kebenaran berita hoaks, menghargai hasil karya orang lain, jangan terus menerus berkutat dengan Ponsel, tahu kapan harus mematikan panggilan hingga kirim pesan bisnis di waktu tertentu,” ujar Vidson

Lebih lanjut yang juga sangat penting, dijelaskan Vidson adalah cara kita dalam memberi saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jika tak suka karya orang lebih baik diam, tak mebajak karya orang dan minta ijin jika memakainya.

Ia juga berbagi pengalaman saat ia tinggal di luar negeri di Hongaria, bahwa pengguna media sosial di sana tak seramai di Indonesia. “Di Hongaria tak seperti di Indonesia, mereka bukan medsos lover dan hanya meggunakan medsos utnuk menghubungi kerabat yang tidak bisa diakses dengan telpon misalnya yang berada di tempat jauh,” jelasnya.

Dijelaskannya juga saat belajar di sana, teman teannya warga Hongaria malah bertanya kenapa diirnya memposting sesuatu rutin di medsos. Dan ia menjelaskan mempergunakan medsos untuk kepentingan positif misalnya mempromosikan negara Indonesia, soal belajar dan lain sebagainya.

Menurutnya, memakai soail media untuk hal-hal yang positif sangat bermanfaat dan tidak untuk hal-hal negatif sangat penting. Ia juga mengatakan banyak juga potensi pariwisata Halmahera yang bisa disebarkan di sosial media.

 “Banyak sekali hal-hal positif yag bisa diangkat di sosial media ketimbang menyebar hoax. Dan kita juga bisa mendapatkan manfaat finansial dari dunia digital yang penting kreatif,” tandasnya.

Manfaat finansial ini juga diulas oleh pembicara lain, Odi Waji, CEO Waji Travest yang mengatakan bahwa sejumlah pekerjaan sekarang menjadi booming dengan berkembangnya dunia digital.

“Ada sejumlah pekerjaan yang tengah tren dan terbukti bisa sangat menjanjikan untuk bisnis di masa depan karena relatif tak butuh modal besar seperti kita biasa lakukan di bisnis offline,” ujar Odi dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama Siberkreasi.

Ia mencontohkan tren pekerjaan yang sedang banyak digeluti orang di dunia digital yang bisa dilakukan tanpa modal besar adalah dropshipper.

Ini menjadi salah satu pekerjaan yang tengah tren karena tidak repot menyediakan barang dan lebih hemat modal. “Dropshipper adalah sistem penjualan dimana kita tidak perlu meiliki toko langsung atau barang yang ingin kita jual sendiri,” ujar Ody.

Ditambahkannya, alur kerja dropshipper terbilang mudah dan sederhana dengan memenuhi keinginan customer, kemudian droshipper akan mengirim data order ke supplier dan supplier mengirim barang ke konsumen atas nama si dropshipper.

Ody juga membagi lima strategi bisnis bagi para meula yang ingin menjadi drropshipper hebat. Yaitu adalah memahami kebutuhan pasar, memilih supplier yang berkualitas, modifikasi foto produk, mempromosikan produk dan meningkatkan pelayanan.

“Kita wajib mengetahui kebutuhan pasar, di awal-awal fokus ke satu item dulu untuk memahami kebutuhan konsumen. Karena dalam bisnis itu setiap masalah orang lain adalah peluang, tiap ada kebutuhan di pasar menjadi peluang kita,” ujarnya.

Sementara itu untuk awal kita harus fokus ke satu produk dari supplier untuk menguji apakah produk supplier tersebut berkualitas atau tidak. “Pesan satu dulu apakah saat barangnya sampai kita Analisa apakah barangnya sesuai dengan deskripsi yang ditawarkan supplier. Jika sesuai dan supplier mengirimkan cepat dengan merespon cepat maka bisa dikategorikan itu supplier yang berkualitas.”

Soal foto produk, lanjutnya, jika memperoleh materi mentah dari supplier kita bisa memodifikasinya agar lebih menarik ataupun kita pun bisa melakukan foto produk sendiri dari barang awal yang kita pesan, memodifikasinya lebih menarik agar customer tertarik.

Sedangkan tren pekerjaan lain yang cukup menjanjikan saat ini adalah bisnis Thrift Shop adalah bisnis barang bekas dari luar negeri dengan barang import yang masih sangat layak dijual kembali.

“Ini bisnis sangat menjanjikan biasanya barang bekas adalah original dan layak pakai di atas 80 persen bisa dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi,” bebernya.

Selain bisnis online lain yang cukup menjanjikan adalah menjual foto karya sendiri atau disain secara online di sejumlah web yang ditawarkan dan jumlahnya banyak. Diantaranya memiliki prospek foto kita dibayar dengan harga tinggi seperti Gettyimages, IStocEyeEn, 500px, Shutterstock, Alamy dan Photocase.

Ody juga mengatakan dari keseluruhan sejumlah pekerjaan yang tengah dan masih akan naik daun ini adalah bahwa kita wajib memiliki circle pertemanan yang positif karena bisnis akan berkembang dimulai dari lingkaran terdekat kita.

SElain Ody dan Vidson, juga hadir sebagai pembicara dalam webinar ini adalah Haris Atid,Pegiat Literasi Kelas Pesisir, Sondang PRatama sebagai Key pinion Leader. Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*