4 Tips untuk Jadi Influencer Media Sosial yang Sukses

Ambon Maluku – Menjadi influencer kini bukan lagi angan-angan semata. Dengan penggunaan media sosial yang tepat, seseorang bisa menjadi influencer dengan banyak pengikut.

Nannette Jacobous, seorang pegiat media sosial, mengatakan bahwa influencer yang baik dikenal melalui karya dan konten positif, bukan sekadar mencari viral.

“Kalau terkenal cuma gara-gara viral, setelah itu bakal hilang pengaruhnya,” tutur Nannette, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah kota Ambon, Maluku, Senin (9/8/2021).

Elemen paling penting dalam membangun karier sebagai influencer adalah melakukan kolaborasi, baik itu dengan influencer lain maupun dengan brand.

Nannette mengatakan ada empat tips membangun kolaborasi dengan brand yang bisa Anda coba.

Pertama, adalah menciptakan personal branding yang sesuai dengan keinginan Anda. Menurutnya personal branding penting karena dengan begitu, brand tahu apa saja minat dan kegemaran ANda.

“Saat menciptakan personal branding, jangan menjadi orang lain. Lakukan apa yang Anda suka dan cintai, be yourself aja, tonjolkan keunikan Anda yang berbeda dengan orang lain,” papar Nannette lagi.

Kedua adalah fokus untuk membuat konten yang berkualitas. Konten bisa apa saja mulai dari video, foto, maupun cerita.

Menurutnya kualitas konten lebih penting dariapada kuantitas konten. Jadi daripada Anda mengunggah konten setiap hari tapi biasa-biasa saja dan tidak menarik, lebih baik membuat jadwal teratur seminggu dua kali namun konten menarik.

Ketiga, membuka hubungan dengan brand. Caranya mudah, Anda cukup mengunggah foto, video, atau cerita saat menggunakan brand tersebut dan menandainya.

“Jadi aku kan suka banget ngopi, aku tag brand kopi. Aku juga sering ngomongin skincare, aku review penggunaan skincare brand tersebut. Nanti kalau brandnya suka, bakal dikontak kita untuk kolaborasi,” paparnya lagi.

Terakhir adalah memberikan ratecard yang sesuai. Ratecard merupakan tarif yang Anda tetapkan ketika membuka jasa endorse bagi produk-produk dari brand tersebut.

“Bikin ratecard sesuai harga pasaran, jangan terlalu tinggi jangan terlalu rendah juga. Ketika cocok, nanti brand biasanya akan mengirim proposal,” pungkasnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital sendiri merupakan rangkaian panjang dalam kegiatan webinar yang dilakukan di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam kesempatan ini hadir juga Anggie Ariningsih CEO Fintech P2P Lending, Inda Ulfa Mansyur Ketua PKC PMII Maluku, serta Ahmad Affandy sebagai key opinion leader.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*