Waspada! Ini Ciri-ciri Penipuan Online Lewat Internet

Lombok Timur – Penipuan online menjadi masalah baru di tengah perkembangan teknologi informasi yang melesat. Pakar mengatakan salah satu bentuk penipuan online yang paling marak adalah phising yang dilakukan lewat internet.

Robby Wahyu Hutomo Senior Security Consultant PT Maxplus mengatakan phising adalah upaya penipuan lewat internet dengan tujuan mencuri data.

“Data yang dicuri akan disalahgunakan misalnya untuk membuat identitas palsu,” tutur Robby dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat (30/7/2021).

Robby mengatakan ada beberapa ciri-ciri penipuan online phising yang bisa dikenali. Pertama, adalah penggunaan ejaan atau tata bahasa yang buruk. 

Selanjutnya, alamat URL disingkat yang membuatnya sulit dibaca. Tanda lainnya adalah alamat pengirim tidak sesuai atau tidak resmi.

“Jadi misalnya dapat email menang undian berhadiah mengaku-ngaku dari bank, tapi alamat ngirimnya pakai email yahoo atau google, bukan email resmi. Nah ini patut dicurigai,” tutur Robby lagi.

Ia juga menyebut masyarakat wajib mewaspadai situs-situs yang mencoba meniru situs resmi, serta situs yang tidak menyertakan sertifikat keamanan HTTPS.

“Misalnya situs berita detik.com, tapi ditulisnya pakai huruf kapital, huruf i-nya diganti huruf l jadi DETlK.com nah ini patut dicurigai website penipu,” paparnya.

Pada kesempatan ini pula, Adelita seorang influencer memberikan masukan tentang pentingnya netiket alias etika berinternet di media sosial.

Adelita mengatakan netiket penting demi menghindari risiko seseorang terjerat UU ITE akibat perkataan yang tidak benar, mencemarkan nama baik, hingga menyebarkan hoaks.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam webinar kali hadir juga, Samsul Bahri Guru SMPN 6 Masbagik Lombok Timur dan M. Indra Gunawan Kepala Biro IAIH Pancor Lombok Timur.

Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*