BBTF Ke-5 Digelar Juni, Pemkab Badung Jadi Co-Host

Badung – Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) tahun 2018 ini memasuki tahun ke-5 penyelenggaraan dan kembali venue indoor terbesar di Bali yaitu Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Badung, Bali sebagai tempat penyelenggaraan.

Dalam BBTF 2018 ini DPD Asita Bali selaku penyelenggara acara utama menggandeng Pemerintah Kabupaten Badung sebagai co-host. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra dalam kesempatan jumpa pers pada bulan April yang lalu menyatakan pihaknya konsisten dalam mendukung keberhasilan event Bali and Beyond Travel Fair. Dukungan itu diwujudkan melalui alokasi anggaran penyelenggaraan dan promosi yang menyentuh angka Rp7 miliar.

Hajatan travel fair terbesar di Bali ini akan berlangsung pada 26-30 Juni 2018 mendatang. Dengan mengusung tema “Exploring The Colours of Indonesia”. BBTF akan mengundang para pakar yang akan membahas peluang, tren oleh wawasan industri serta menyoroti keragaman budaya Indonesia. Tema yang diangkat sejalan dengan harapan akan masa depan pariwisata Indonesia.

Dunia memang tak bisa memungkiri bahwa Indonesia banyak memiliki semua sisi potensi pariwisata. Mulai dari tarian nan memukau, budaya, tradisi dan wisata alam menggoda dari gunung berapi yang tinggi, hutan menutup hingga puncak, gulungan ombak tak berujung, pantai pasir putih membentang, ratusan sungai berliku mengiris sawah hijau, keindahan bawah air dan kehidupan liar yang sangat menghipnotis dari ujung barat ke ujung timur, dan masih banyak lagi.

Pertumbuhan pariwisata di Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbaik di dunia dan di antara 20 yang paling cepat berkembang tujuan perjalanan yang berarti bahwa tingkat pertumbuhan bangsa adalah setara dengan standar global. Semua upaya dirancang oleh Menteri Pariwisata dan didukung oleh Presiden Indonesia yang berkomitmen untuk mengembangkan industri pariwisata. Pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor terkemuka bangsa, tercantum dalam prioritas rencana kerja 2018 pemerintah untuk sector Pertanian, Pariwisata dan Perikanan. Indonesia diharapkan menjadi pemain global dengan mengekspos kekayaan alam, seni budaya tak tersentuh dan tradisi di seluruh negeri.

Pemerintah menargetkan 4 tujuan wisata untuk mengakomodasi tren baru pariwisata nomaden, ekowisata serta mengembangkan 10 Tujuan Wisata Bali Baru yang diharapkan akan setara dengan Bali dalam menarik wisatawan asing. Pada tahun 2019, Kementerian Pariwisata telah menetapkan target untuk mendorong Indonesia agar menjadi 30 negara paling top di dunia (meningkat 12 tingkat) di antara 141 negara di Travel & Tourism Index Kompetitif oleh World Economic Forum.

Dengan mengamankan posisi di atas 30, kita akan menerima pengakuan global sebagai tujuan terkemuka di dunia. Pariwisata ditakdirkan untuk menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Tahun ini, ada tiga fokus utama untuk kementerian, meliputi; pariwisata digital, mengembangkan program home stay desa wisata dan menciptakan aksesibilitas perjalanan udara lebih besar.

Dengan berfokus pada aspek-aspek ini, kita akan memiliki pengaruh yang diperlukan untuk meningkatkan tingkat TTCI kami. Perubahan tren itu sendiri adalah bergerak dari tujuan liburan ke keseimbangan kerja dan liburan – kita menanggapi secara positif pertumbuhan ekonomi rekreasi dan pariwisata nomaden.

Dikenal sebagai Pameran Tour dan Travel Internasional terkemuka di Indonesia, BBTF membawa sellers dan buyers bersama dalam satu wadah acara bergengsi ini setiap tahunnya.

Ini adalah tahun ke-5 dari BBTF – acara yang digagas dan diselenggarakan oleh Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, dimana saat ini BBTF masuk menjadi pembahasan untuk dijadikan sebagai salah satu pameran Pariwisata yang terpenting di Indonesia.

BBTF 2018 akan menjadi pusat pameran dan konvensi terkemuka dan bergengsi yang akan berlangsung dari 26 – 30 Juni 2018 tepatnya di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) – berada di daerah dekat pantai, dikelilingi oleh banyak hotel internasional bintang lima dan resort yang semua dapat ditempuh dalam jarak berjalan kaki.(nya)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*