Pahami Untung Rugi Pakai Paylater

Bima NTB  -Transaksi digital menjadi aktivitas yang kerap dilakukan masyarakat di masa pandemi melalui marketplace-marketplace yang ada. Terlebih didukung oleh kemudahan dalam pembayarannya. Salah satu bentuk kemudahan pembayaran masa kini ialah Paylater.

Paylater merupakan suatu bentuk metode pembayaran yang ditawarkan oleh pihak perusahaan digital dan start-up agar memudahkan pengguna dalam memenuhi setiap keperluan hidup. Singkatnya, paylater ini merupakan konsep pembayaran yang hampir sama dengan kartu kredit dan mengusung slogan beli sekarang, bayar nanti. Perbedaannya, paylater tidak menggunakan kartu fisik seperti kartu kredit pada umumnya.

“Perusahaan digital akan menalangi pembayaran kita terlebih dahulu. Sesudahnya baru kita bayar tagihan sesuai dengan tanggal jatuh tempo pada bulan selanjutnya dalam jangka waktu yang telah disesuaikan dengan tenor yang dipilih,” tutur Denny Abal selaku Key Opinion Leader dalam Webinar Literasi Digital di wilayah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/9/2021).

Metode pembayaran ini digandrungi masyarakat karena kemudahan dan kepraktisan yang diberikan. Kemudahan ini dapat dirasakan mulai dari proses pendaftaran dengan bermodalkan kartu identitas dan foto selfie. Fitur dari paylater ini pun bisa tersedia di berbagai platform mulai dari transportasi online, marketplace, hingga dompet digital. 

Keuntungan lainnya, dengan paylater kita bisa memilih tenor sesuai kemampuan mulai dari satu bulan hingga 12 bulan. Semakin singkat jangka waktu yang dipilih, semakin kecil juga beban bunganya. Selain itu, paylater mempercepat transaksi karena tidak perlu melakukan pembayaran melalui minimarket atau transfer bank.

“Kehadiran fitur paylater bisa dijadikan alternatif pembayaran yang disukai masyarakat milenial. Di samping keuntungannya, terdapat juga dampak negatif atau kerugian paylater jika tidak digunakan secara bijak,” ungkap Denny.

Apabila tidak digunakan secara bijak, kita akan menjadi konsumtif atau boros. Hal ini tentu merugikan kita karena membuat pengelolaan keuangan jadi berantakan. Kemudian, penggunaan paylater tentu menambah hutang kita dan bisa mempengaruhi skor kredit atau reputasi kredit pada BI Checking jika tidak membayarnya tepat waktu. Adanya denda dan bunga yang berlaku pada metode pembayaran paylater.

Ia mengimbau, atas segala kemudahan yang diberikan oleh paylater kita tetap harus menggunakannya dengan penuh tanggung jawab. Agar tidak terjebak godaan paylater, Denny mengatakan untuk tidak kalap saat terjadi promo dan hanya menggunakan paylater pada situasi darurat. Pastikan juga kita memilih perusahaan penyedia jasa paylater yang telah terdaftar dan mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bima, NTB, Selasa (7/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Ody Waji (Ceo Waji Travest), Tiara Maharani Kusuma (Writer – Koresponden Indonesia untuk TTG Asia), dan Ridwan (Ketua/Rektor STIH Muhammadiyah Bima).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*