Pakar Ungkap Cara Jitu Antisipasi Spamming

Sumbawa NTBĀ  -Spam (Sending and Posting Advertisement in Mass) atau Spamming adalah penyalahgunaan sistem pesan elektronik untuk mengirim iklan, promosi dan keperluan lainnya secara massal. Spam sendiri masuk dalam satu dari sekian banyak ancaman di dunia maya.
Dikatakan oleh I Made Widiarta, Director of Information & Technology Universitas Teknologi Sumbawa, angka ancaman digital di Indonesia meningkat hingga empat kali lipat dibanding sebelumnya.
Spamming sendiri, kata Widiarta, berpotensi terjadi pada seluruh pengguna teknologi digital akibat dari ketidak tahuan mereka. Untuk itu, lanjutnya, penting bagi pengguna teknologi digital untuk memiliki kecapakan.
Berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/9/2021), Widiarta membagi langkah antisipasi menjadi korban spamming.
“Tips antisipasi spamming itu jangan membalas email atau pesan orang yang tidak dikenal. Terkadang kita pernah mendapat email tidak dikenal, kadang juga pakai bahasa asing,” kata Widiarta.
Biasanya, pelaku spamming akan menawarkan produk tertentu yang tidak terlalu dibutuhkan. Nah, jika sudah mendapat pesan seperti itu di email, kata Widiarta, itu berarti kita sudah menjadi korban spamming.
“Solusi yang paling tepat saat mengalami hal ini adalah dengan tidak membalas atau merespon email. Jika perlu langsung hapus karena berpotensi membuat kotak masuk pesan menjadi penuh,” lanjutnya.
Selain spamming, beberapa jenis ancaman digital lainnya adalah malware, ransomware, hingga social engeenering atau teknik manipulasi yang memanfaatkan kesalahan untuk mendapatkan akses pada informasi pribadi atau data-data berharga.
Selain I Made Widiarta, hadir juga dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat hari Kamis, (9/9/2021) seperti Jonny Wu, Head IT GealTech Division Azizah Zuhriyah, Head Finance TC Invest dan Ichal Muhammad sebagai key opinion leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*