Babak Baru Tuksedo Studio Bali Perkenalkan ‘Firstlady’ Mobil Mewah Buatan Tangan Perajin Lokal
KABARDENPASAR – Industri kreatif otomotif tanah air kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kelompok anak muda kreatif yang tergabung dalam bengkel Tuksedo Studio Bali sukses menarik perhatian publik dengan memperkenalkan mahakarya terbaru mereka berupa mobil sport mewah buatan tangan (handmade) bermerek Firstlady.
Mobil nasional rancangan asli anak bangsa ini ditaksir bernilai miliaran rupiah.
Bengkel yang berlokasi di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali ini menggelar acara eksklusif bertajuk Tuksedo Auto & Fashion Gala 2026 pada Jumat (18/9/2026) malam. Acara peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Staf Ahli Presiden Bidang Anak Muda, Raffi Ahmad, serta jajaran undangan dari kementerian terkait.
Tidak hanya itu, perwakilan dari salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, juga turut hadir. Kampus tersebut diketahui menjalin kerja sama strategis dengan Tuksedo Studio dalam proses riset dan pembuatan mobil kebanggaan Indonesia ini.
Pengelola Tuksedo Studio, Laksamana Gusti, membeberkan bahwa proyek pengerjaan Firstlady saat ini telah berjalan sekitar 25 persen. Pihaknya menargetkan mobil sport edisi terbatas ini dapat rampung sepenuhnya pada momen bersejarah tahun depan.”Kami harapkan tahun depan, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2027, atau paling lambat pada 28 Oktober 2027 saat Hari Sumpah Pemuda, mobil ini sudah bisa selesai,” ujar Laksamana Gusti.
Ia menekankan bahwa proses produksi Firstlady sepenuhnya mengandalkan keahlian tangan para perajin muda Bali, bukan diproduksi massal menggunakan mesin industri pabrikan.
Karakteristik unik inilah yang diharapkan bisa dipahami oleh pemerintah, terutama dalam merumuskan regulasi khusus bagi industri kendaraan kustom dan handmade.
Pihak Tuksedo Studio sangat mengharapkan dukungan regulasi dan semangat dari pemerintah agar industri kreatif seperti ini dapat terus berkembang pesat.
Sebelum melangkah berani meluncurkan merek orisinal sendiri, Tuksedo Studio yang mulai beroperasi sejak tahun 2022 ini telah memiliki reputasi kuat di kalangan pencinta otomotif. Mereka dikenal ahli dalam merekreasi dan merestorasi berbagai mobil klasik legendaris dunia era 1950-an hingga 1960-an yang aslinya sudah tidak diproduksi lagi selama puluhan bahkan ratusan tahun.
Hingga kini, bengkel kreatif di Bali ini telah menyelesaikan sekitar 30 unit mobil pesanan dari para kolektor antik. Beberapa replika mahakarya yang pernah mereka buat dengan detail presisi tinggi di antaranya adalah:Porsche: 356 Speedster (keluaran 1957), 356 A Coupe (1955–1959), dan 550 Spyder Mercedes-Benz: 300SL Gullwing Aston Martin: DB5
Karya-karya restorasi tersebut terbukti mendapat sambutan luar biasa dari pasar khusus (niche market), terutama para kolektor mobil antik, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Hadirnya proyek Firstlady ini menandai babak baru bagi Tuksedo Studio untuk membawa nama Indonesia ke panggung industri mobil kustom global.***