CEO Media Group: AI Mesin Baru Sumber Pendapatan Media dan Bisnis Digital
Kabardenpasar – “Kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan jangan dipandang sebagai ancaman. Namun, harus menjadi mesin baru yang menciptakan sumber pendapatan baru (revenue stream) yang jauh lebih besar bagi industri media dan bisnis digital.
Pernyataan ini disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Media Group, Mohammad Mirdal Akib, saat menjadi pembicara utama dalam gelaran bergengsi AI & Cybersecurity Executive Forum (AICX) 2026, rangkaian dari Bali Tech Week di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (20/10/2026).
Mirdal menjabarkan bagaimana AI mampu merevolusi model bisnis masa kini.
Menurutnya, teknologi ini memberikan kemudahan luar biasa dalam memonetisasi bisnis-bisnis baru secara lintas platform (cross-platform). “AI memberikan kita insight yang jauh lebih baik, memberikan efek atau dampak yang lebih besar, serta membuat pengelolaan data menjadi jauh lebih mudah. Kemudahan-kemudahan inilah yang harus dikonversi menjadi peluang pendapatan baru yang lebih besar,” jelas Mirdal, peraih penghargaan The Best CEO 2021 versi Majalah SWA pada Januari 2022 ini.
Di sektor jurnalisme, lanjutnya, justru mematahkan kekhawatiran AI akan menggeser peran pekerja media. Bagi para jurnalis, kehadiran AI bertindak sebagai asisten pintar yang membantu untuk memperkaya konten.
Mirdal menyatakan, teknologi AI mampu mempercepat proses riset data, transkripsi, hingga analisis tren.
Hal ini memberikan ruang bagi jurnalis untuk fokus pada kedalaman berita, investigasi, dan akurasi. Adanya AI ini memperkuat kualitas media secara keseluruhan. “Kita bisa menyajikan informasi yang lebih presisi, kaya perspektif, dan relevan dengan kebutuhan audiens,” tambahnya
Meski membawa potensi ekonomi dan operasional yang masif, Mirdal mengingatkan pentingnya batasan dan regulasi yang jelas dalam adopsi AI di Indonesia. Ia menekankan, Indonesia harus melihat negara lain yang memiliki sistem demokrasi serupa.
“Kita harus belajar dari negara yang demokrasinya seperti kita. Kita perlu merancang etika dan kerangka kerjanya (framework) sejak dini.” jelas Mirdal lagi.
Mirdal mengingatkan, secanggih apa pun teknologi yang diadopsi, nilai-nilai utama media massa terletak pada integritas manusia di belakangnya.
“Adopsi AI secara masif di sektor industri saat ini menuntut kesiapan infrastruktur keamanan siber yang jauh lebih tangguh untuk membentengi ekosistem digital nasional,’ tambah Mirdal.***