BBTF 2026 Siap Digelar dengan Sejumlah Penyesuaian Strategis

0

Kabardenpasar – Acara tahunan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) kembali akan digelar untuk ke-12 kalinya pada Mei 2026 mendatang. Kegiatan ini akan berlangsung di BICC, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan sejumlah penyesuaian strategis guna memperkuat posisi Indonesia di pasar pariwisata global.

Penyelenggaraan BBTF 2026 dimajukan dari jadwal biasanya di bulan Juni menjadi Mei, menyusul adanya agenda kenegaraan di lokasi yang sama. Selain perubahan waktu, fokus pasar tahun ini juga diarahkan pada kawasan Eropa Barat, Australia, Asia Timur, Asia Tenggara, serta pasar emerging seperti Timur Tengah dan India.

Panitia tetap mempertahankan pasar tradisional yang selama ini loyal terhadap Bali dan Indonesia, sekaligus memperluas penetrasi ke segmen wisatawan dengan potensi high-spending dan minat pada experiential tourism. Langkah ini juga menjadi bagian dari antisipasi dinamika global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Ketua Panitia BBTF 2026 sekaligus Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, S.AB, M.A.P., mengungkapkan bahwa konflik tersebut berdampak pada pembatalan sejumlah buyer internasional.“Yang cancel sebenarnya tidak terlalu banyak, tetapi buyer Eropa dan Asia memiliki karakter spending yang berbeda, sehingga perlu dilakukan kalkulasi ulang,” ujarnya.

BBTF 2026 mengusung tema “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage.” Tema ini menegaskan arah baru pariwisata Indonesia yang menitikberatkan pada kualitas pengalaman, kekuatan budaya, serta praktik keberlanjutan yang terukur.

Gastronomi dipilih sebagai benang merah karena mampu menyatukan identitas, tradisi, komunitas, serta daya saing ekonomi kreatif dalam satu narasi yang kuat.Keberhasilan penyelenggaraan BBTF 2025 menjadi fondasi optimisme menuju tahun 2026. Tahun ini, panitia menargetkan kehadiran 400 buyer dari 47 negara serta 250 seller. Target tersebut mencerminkan kepercayaan pasar global yang masih kuat terhadap Indonesia.

Namun demikian, keberlanjutan pertumbuhan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh angka transaksi. Kesiapan destinasi dalam menjawab ekspektasi wisatawan juga menjadi faktor krusial, terutama terkait isu kebersihan, tata kelola, kemacetan, serta komitmen terhadap keberlanjutan.

Putu Winastra menegaskan bahwa Road to BBTF 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.“Tanpa kolaborasi dan bukti nyata di lapangan dalam penanggulangan masalah sampah dan kemacetan, kita berisiko kehilangan kepercayaan pasar. BBTF bukan sekadar ajang bisnis, tetapi juga cermin kesiapan destinasi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan pentingnya koordinasi menyeluruh antara Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, serta pelaku industri pariwisata. Menurutnya, perbaikan harus dilakukan secara sistemik dan konsisten, bukan sporadis.

Keunggulan BBTF dibandingkan pameran pariwisata internasional lainnya terletak pada kesempatan bagi buyer untuk mengalami langsung destinasi melalui program familiarization trip dan post-event tours. Hal ini memungkinkan para buyer tidak hanya melakukan transaksi bisnis, tetapi juga melihat secara langsung kualitas produk, destinasi, dan layanan.

Dalam konteks nasional, BBTF 2026 sejalan dengan program strategis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang terus mendorong promosi terintegrasi, penguatan kampanye pariwisata berkualitas, serta diversifikasi pasar global.

Melalui rangkaian Road to BBTF 2026, DPD ASITA Bali juga berharap pemerintah dapat memperkuat promosi internasional yang diiringi dengan pembenahan tata kelola destinasi di tingkat lokal, termasuk infrastruktur, pengelolaan sampah, dan transportasi.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga reputasi Bali sebagai destinasi unggulan dunia.

BBTF 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan industri, tetapi juga simbol komitmen kolektif untuk menjaga Bali tetap relevan, kompetitif, dan berkelanjutan di tengah persaingan global.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *