Gandeng UID Foundation, Coop Coffee Foundation Gelar Program “Youth, Coffee and Climate” di Starbucks Reserve Dewata

0

Kabardenpasar.com, 5 Maret, 2026 – Di tengah tantangan perubahan iklim yang mengancam stabilitas pangan global, Coop Coffee Foundation resmi menggelar program pembelajaran eksklusif bertajuk “Youth, Coffee and Climate”.

Bertempat di Starbucks Reserve Dewata Bali, lokasi yang menjadi simbol komitmen kopi berkelanjutan, program ini menyasar Generasi Z (Gen-Z) sebagai pilar masa depan industri kopi Indonesia.

Program ini bertujuan membekali para pencinta kopi kekinian dengan pemahaman holistik mengenai keterkaitan antara rantai pasok kopi dan krisis iklim. Fokus utamanya adalah mewujudkan masa depan Kopi Arabika Kintamani Bali yang berkeadilan bagi seluruh pelaku, dari petani hingga konsumen, dengan memanfaatkan kekuatan media sosial sebagai alat pemecahan masalah sistemik melalui pendekatan lintas sektoral.

Komitmen Hijau: 100.000 Pohon untuk KintamaniInisiatif ini merupakan kelanjutan dari komitmen berkelanjutan Coop Coffee Foundation sejak Januari 2026. Hingga Maret ini, yayasan terus mendistribusikan bibit siap tanam kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Kintamani. Targetnya adalah menanam 100.000 pohon kopi varietas B-1 Kopyol di area Kintamani sebagai bagian dari program pemulihan yang dicanangkan sejak 2024.

Langkah ini mendorong MPIG kembali menerapkan sistem agroforestry (hutan kopi), sebuah solusi alami penyerapan karbon yang telah tervalidasi melalui standar karbon sukarela dan sertifikasi Plan Vivo.

Kolaborasi Strategis dan Inovasi PembelajaranSascha Poespo, Program Manager Blended Finance Scheme Coop Coffee Foundation, menyatakan antusiasmenya atas kemitraan dengan UID Foundation.

“Kiprah UID telah nyata sejak Tri Hita Karana Global Forum di G20 Nusa Dua 2022. Kami bangga bekerja sama dengan mitra lokal hingga internasional untuk mendukung agenda net zero dan permodelan rantai pasok berkelanjutan di Kintamani,” ujar Sascha.

Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, antara lain:Robi Kurnia (UID Bali Campus)I Gusti Agung Ayu Mirah (Corti Foundation)Luh Putu Eka Susanti Mastra (Ketua Umum IKASMANSA Denpasar)Theo Vermeulen (PUM Netherlands Senior Experts)Reza Fabianus (Founder & Assistant Manager Coop Coffee Foundation) Membangun Pemimpin Transisi Energi lewat HEAL. Selain fokus pada kopi, kolaborasi ini juga memperkenalkan program HEAL.

Program ini akan mengajak 45 pemimpin dari berbagai sektor—mulai dari pembuat kebijakan, lembaga keuangan, hingga organisasi masyarakat sipil—dalam perjalanan pembelajaran selama empat bulan. Melalui metode blended learning, peserta akan menghadapi tantangan riil proyek transisi energi guna menciptakan solusi inovatif dan inklusif bagi keadilan iklim.

Fokus pada GEDSI dan SDGsSebagai NGO yang berfokus pada SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), Coop Coffee Foundation konsisten menerapkan skema keuangan campuran (blended finance) untuk melindungi ekspor kopi Indonesia dari gangguan iklim. Sejak 2024, di bawah naungan Kementerian Koperasi & UMKM, program Coffee, Carbon & Climate juga mengedepankan pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), memastikan pemuda dan kelompok rentan terlibat aktif dalam ekosistem kopi yang tangguh.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *