PkM Internasional Pascasarjana Universitas Warmadewa Hadirkan Mrs.Dakota Hotsman dari Australia
Kabardenpasar – Pulau Bali merupakan ikon pariwisata global, destinasi wisata bahari kelas dunia, serta pusat ekonomi berbasis tourism. Namun saat ini Bali telah overcapacity pariwisata, tekanan terumbu karang, degradasi wilayah pesisir, dan konflik ruang ekonomi vs konservasi.
Hal itu diungkapkan Adv. Yuli Utomo, SH., MH.,Mediator., saat menjadi narasumber dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang digagas Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa.
Dengan mengambil tema “Integrated Coulaborative Ecotourism Management in Sakti Village, Nusa Penida”, PKM yang berlangsung di Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung, Jumat (20/2/2026), menghadirkan narasumber dari Australia, Mrs. Dakota Hotsman.
Yuli Utomo menjelaskan mengapa tema ini mendesak? Menurutnya, jika tidak dikelola berbasis konservasi dan pemberdayaan daya dukung ekologis menurun.
Selanjutya, pariwisata kehilangan fondasi alamnya, masyarakat lokal terpinggirkan, sehingga keberhasilan ekonomi bisa berubah menjadi bumerang ekologis.
Dia lantas menyebut konsep dasar ekowisata dengan mengutip the international ecotourism society, “Responsible travel to natural areas that conserves the environment and improves the well-being of local people.
“Di mana maknanya konservasi adalah tujuan utama, masyarakat lokal adalah aktor, bukan objek, dan ada keseimbangan ekonomi-ekologi,” tuturnya.
Lebih jauh dikatakan, pariwisata regeneratif berakar pada pengetahuan lokal dan transdisipliner, serta menantang paradigma kapitalis, kolonial, dan Barat yang dominan (Bellato & Pollock, 2025).
Pendekatan ini sangat relevan dengan konteks pariwisata di Bali. Tri Hita Karana yang diperkenalkan pada tahun 1966 untuk mengantisipasi eksploitasi Bali di masa depan, menekankan harmoni antara alam, manusia, dan Tuhan untuk mencapai suatu tujuan yaitu harmoni.
Sebagai informasi, PKM bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam pengelolaan ekowisata berbasis kolaborasi yang berkelanjutan, khususnya di Desa Sakti, Nusa Penida.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menghadirkan perspektif dan pengalaman internasional dalam pengelolaan ekowisata, konservasl taut, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.
PKM diterima secara resmi oleh Sekretaris Desa Sakti I Nyoman Darma yang mewakili Penjabat Kepala Desa Sakti.
Turut hadir jajaran pimpinan Fakultas Pascasarjana Unwar, Dekan, Prof. Dr. Ni Luh Made Mahendrawati, SH. MHum., Wakil Dekan, Kaprodi MIH, Dr. Ni Komang Arini Styawati, SH. M.Hum., hingga para pengelola program studi.
Dalam sambutannya Sekretaris Desa Sakti I Nyoman Darma menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PKM di wilayahnya.
“Kami menilai kehadiran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat sangat membantu dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam tata kelola pariwisata yang profesional,” ucapnya.***