6 Tips Memaksimalkan Manfaat Media Sosial

Bima NTB  :Media sosial digunakan untuk meningkatkan interaksi sosial melalui internet. Pengguna media sosial bisa mengunggah foto, video, atau tulisan serta mengomentari unggahan orang lain.
Nurul Khatimah, bidan desa Sondosia Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mengatakan penggunaan media sosial yang berlebihan memang bisa menyebabkan dampak negatif seperti ketergantungan, malas, dan menghabiskan waktu.
“Namun jika dimanfaatkan dengan tepat, ada lebih banyak manfaat yang dimiliki media sosial, yang bahkan bisa mendatangkan keuntungan,” kata Nurul, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/9/2021).
Nurul mengatakan setidaknya, ada enam manfaat yang bisa didapat dengan penggunaan media sosial yang bijak dan benar. Pertama, media sosial bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Di masa pandemi Covid-19, penggunaan media sosial untuk belajar bahkan semakin besar, mengingat adanya penutupan sekolah.
Kedua, media sosial juga bisa digunakan untuk berbagai informasi positif dan baik, yang bermanfaat untuk banyak orang. Ketiga, kehadiran media sosial bisa menjadi cara silaturahmi dengan kerabat dan keluarga, serta menjadi jembatan untuk membangun relasi dengan orang lain.
Keempat, media sosial juga menjadi tempat mendapat pengetahuan. Caranya, dengan mengikuti akun-akun yang kerap membagikan informasi-informasi baru kepada pengikutnya.
Kelimat, menjadi tempat mengembangkan hobi dan kegemaran baru. Media sosial bisa menjadi tempat berbagi sekaligus inspirasi Anda untuk mencoba hobi yang selama ini digeluti.
Terakhir adalah manfaat ekonomi alias menjadi ladang penghasilan. Bagi warganet yang kreatif, media sosial bisa menjadi tempat berjualan karya atau produk yang dimiliki.
“Sekarang bahkan ibu-ibu pakai daster saja bisa jualan dari rumah, ini merupakan manfaat dari hadirnya media sosial,” papar Nurul.
Di kesempatan yang sama, Aditya Sani Founder dari Briefer.id mengatakan manfaat media sosial ini bisa didapatkan oleh siapa saja. Namun, manfaat terbesar akan didapatkan oleh generasi alpha, yang lahir di atas tahun 2010.
Hal ini menurut Aditya terjadi karena generasi Alpha merupakan digital natives, alias generasi yang lahir ketika teknologi digital sudah menjadi bagian dari keseharian.
“Berbeda dengan generasi X atau generasi milenial yang baru mendapatkan teknologi di usia dewasa, generasi alpha lahir dengan teknologi, membuat mereka lebih mudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar kali ini juga menghadirkan Fajar Sidik seorang Zinester & Podcaster at 30degree Media Network serta Ahmad Affandy sebagai key opinion leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*