Headlines

7 Tahap Mulai Bisnis Online

Halmahera Utara  – online telah menjadi pilihan dalam membangun atau mempertahankan usaha yang dijalani. Dikatakan Forita Deva Djadi, Pemilik Wedding dan Event Organizer ada banyak manfaat menjalai bisnis online mulai dari modal yang relatif rendah, jangkauan yang lebih luas dan tak terbatas, lebih fleksibel, bisa dijalankan siapa saja dan peluang mendapatkan pendapatan yang tak terbatas.

“Bisnis online bisa dilakukan sejak masih sekolah dengan pendapatan yang bisa tidak terbatas. Karena tidak ada jam buka dan jam tutup. Jadi kemungkinan mendapatkan pendapatan yang lebih juga sangat luas,” kata Forita saat berbicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (27/8/2021).

Untuk memulai bisnis online, masyarakat perlu melalukan beberapa hal terlebih dahulu. Pertama, kata Forita, lakukan niche market riset atau secara sederhana, lakukan riset pasar.

“Seperti membuat target market misal dengan mencari tahu minat diri sendiri, identifikasi kebutuhan pelanggan, riset kompetisi dan menemukan unique selling point kita.”

Kedua, mulai start up fund atau mengetahui berapa modal yang dibutuhkan minimal dalam satu tahun ke depan.

Ketiga, lakukan rencana bisnis dengan merangkum semua data yang sudah diriset dalam bisnis seperti apa yang ditawarkan dan apa yang dijual, serta benefit berbelanja atau menggunakan jasa bisnis online Anda.

Keempat, pada tahap ini Forita mengatakan bahwa harusnya Anda sudah bisa memberi tahu orang-orang tentang bisnis yang hendak dijalanin. “Ini waktunya memperkenalkan bisnis kita ke orang-orang untuk menimbulkan awareness,” katanya.

Kelima, Anda juga perlu melakukan brand identity. Dengan membuat nama perusahaan atau udaha yang dibuta, dan pastikan tidak ada usaha lain memakai nama yang sama. 

“Kalau sudah ada yang punya nama tersebut dan sudah paten di Hak Kekayaan Intelektual, kita bisa mesti mengulang proses lagi dari awal. Jadi pastikan namanya baru,” ungkapnya.

Keenam, tentukan sistem pembayaran jangan sampai rekening sehari-hari dipakai untuk rekening usaha. Ketujuh dan tak kalah penting, bangun sistem pemasaran untuk menjangkau audience lebih luas. Bisa secara gratis dengan membuat konten di media sosial atau dengan berbayar seperti menggunakan layanan pasang iklan di Google ads atau Facebook ads.

Meski sangat menarik untuk dilakukan, Forita tak menutup kemungkinan adanya ‘masalah’ saat menjalani bisnis online seperti membutuhkan pengetahuan dan skill digital yang baik, masih marak penipuan dalam bisnis online, persaingan pasar yang cukup ketat dan penyebaran internet yang belum merata di Indonesia.

“Karena ini online semua virtual, misal hari ini kita bikin inovasi bisnis, gak tertutup kemungkinan minggu depan udah ada yang jualan hal sama makanya perlu halnya inovasi terus,” tambahnya.

Selain Forita Deva Djadi, narasumber lain yang hadir dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara adalah Chris Jatender, Kaprodi Teknik Informatika STTI Stieni dan Semfri Watunwotuk, dosen Prodi Kesehatan Masyarakat.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *