Ingat Mindset Ini Sebelum Berkomentar di Media Sosial

Mimika Papua  -Dengan makin mudahnya akses pada internet dan media sosial, membuat seseorang lebih bebas untuk berkomentar. 

Terlebih, dengan fitur anonim yang dimungkinkan oleh media sosial, tidak sedikit orang yang berkomentar tidak baik. Padahal, komentar buruk itu tentu ada konsekuensinya tersendiri. 

Ini seperti yang diungkapkan oleh  Yulia Dian, Social Media Specialist & Writer Content Creator, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital wilayah Mimika, Papua, Rabu, (1/9/2021). Ia mengatakan bahwa penting untuk memiliki mindset tertentu sebelum berkomentar di media sosial. 

“Hal yang perlu diingat itu kebebasan atau hak berpendapat itu juga punya tanggung jawba. Jadi pastikan untuk berkomentar dengan bijak,” kata Yulia Dian. 

Ia melanjutkan, bahwa setiap komentar yang dilontarkan di media sosial punya rekam jejak digital. Komentar buruk itu bisa dicari dan ditemukan oleh siapa saja. Oleh sebab itu Yulia Dian mengingatkan untuk selalu berkomentar baik. 

“Penting juga untuk punya mindset bahwa dalam menuliskan komentar perlu ada kontrl dan filter. Sehingga komentar yang dibagikan tidak menyakiti orang lain,” kata dia. 

Selanjutnya, biasakan komentar yang sesuai dan relevan dengan yang dikomentari. Ia juga mengatakan bahwa budaya baca masyarakat Indonesia rendah, sehingga mudah termakan provokasi. 

“Budaya baca kita rendah, jadi banyak yang belum baca sampai selesai sudah termakan judul provokatif, dan hoaks menjadi viral,” kata dia. 

Dalam kesempatan yang sama Kaprodi Teknik Informatika STTI STIEN Chris Jatander, juga mengingatkan tentang bahaya phising. Ia menjelaskan bahwa mesti waspada terkait penipuan dengan modus phising. 

Karena bukan tidak mungkin seorang menjadi sasaran pelaku phising ketika menggunakan internet. Oleh sebab itu ia mengatakan penting memiliki pengetahuan atau literasi digital yang mumpuni, terlebih soal phising. 

Dalam webinar kali ini hadir juga, Daniel Try Stovel Sihite, Staf Dosen, Eryvia Maronie sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*