Menghadapi Kejahatan Digital di Internet

Lombok Timur  -Teknologi saat ini mempengaruhi dan mendominasi kehdiupan manusia. Tanpa disadari, bahkan sebagian besar manusia tidak bisa lepas dari gadgetnya, meski sedang berada di meja makan. Pengaruh pesantnya teknologi pun berbanding lurus dengan tingkat kejahatan di dalamnya.
Cybercrime atau kejahatan siber merupakan segala aktivitas ilegal yang digunakan para pelaku kejahatan dengan menggunakan teknologi dan sistem informasi. Dedy Triawan, CEO MEC Indonesia menjelaskan, kejahatan siber ini memakan korban seperti kejahatan pada umumnya. Pembedanya hanya pada medianya yang menggunakan teknologi atau internet.
“Terjadinya cybercime karena adanya attacking atau penyerangan kepada korban dengan media internet ataupun teknologi informasi,” jelas Dedy selaku pembicara di Webinar Literasi Digital di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/9/2021).
Jenis cybercrime yang marak terjadi, di antaranya akses ilegal ke sistem, konten ilegal, phising, pemalsuan data, spionase cyber, penipuan online, dan pelanggaran HAKI.
Cara kita menghindari kejahatan pada dunia siber ialah dengan melindungi data-data pribadi. Data pribadi harus dilindung karena di era digital, hal tersebut merupakan akses berharga seseorang. Dedy menyampaikan, cara melindungi data-data pribadi kita yakni dengan memastikan data terenkripsi, mewaspadai jaringan wifi publik, tidak mengklik link yang berpotensi sebagai phising, membuat password atau kata sandi yang sulit ditebak, menggunakan mode incognito, selalu logout akun media sosial, serta proteksi perangkat kita menggunakan antivirus.
“Karena saat ini kita berada di dunia internet yang tanpa batas atau borderless. Maka kita harus bijak-bijak dalam menggunakan internet. Jangan sampai menggunakan smartphone tetapi penggunanya tidak smart. Jangan juga memberikan gadget kita celah bagi para penjahat untuk mengakses atau melakukan hal negatif karena kecerobohan penggunanya,” tuturnya.
Ia menyampaikan, sebenarnya penggunaan teknologi itu mudah sekali. Hal itu hanya bergantung kita yang harus terus belajar dan mengikuti perkembangan yang ada di dunia saat ini.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Lombok Timut, NTB, Rabu (15/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Fendi (Founder Superstar Community Indonesia), Lalu Nurul Yaqin (Direktur LPPM UGR Kabupaten Lombok Timur), dan Masra Suyuti (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*