Pemberdayaan UMKM Selama Pasca Pandemi Covid

Manggarai  – satu yang paling keras terdampak badai pandemi adalah para pelaku UMKM. Berbeda pada saat krisis moneter tahun 1998 di mana UMKM menjadi penyelamat ekonomi nasional, yang pada saat itu mampu meningkat hingga 350 persen ketika banyak usaha besar yang kolaps.

Namun pada saat pandemi Covid-19 saat ini, justru UMKM yang sangat terdampak. Dampak dari sulitnya berusaha mengakibatkan banyaknya tenaga kerja yang terpaksa dirumahkan. Padahal UMKM itu sangat menopang perekonomian di Indonesia.

Melihat potensi UMKM yang besar terhadap perekonomian, Darwin Wu, Director Geltech mengatakan UMKM perlu diberdayakan selama pasca pandemic covid 19.

“Untuk menyelamatkan UMKM, kita harus mengarahkan mereka untuk go digital,” ujar Darwin dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara tImur, Jumat 3 September 2021 

 Dikatakannya juga bahwa berbagai cara bisa dilakukan untuk mengembangkan UMKM. Salah satu yang penting buat diterapkan di masa sekarang adalah memang memperluas usaha dengan mengadopsi teknologi.

Inovasi teknologi yang kian masif serta pengembangannya yang semakin cepat, mendorong UMKM untuk ikut berubah ke arah digital. Digitalisasi ini tidak hanya dinilai penting, tapi juga memberikan manfaat bagi para pelakunya.

Dijelaskannya juga tentang perbedaan UMKM dan UKM. UKM merupakan kegiatan bisnis yang dijalankan oleh perorangan skala kecil atau badan usaha skala besar yang masing-masing omzetnya mencapai 50 juta hingga 200 juta.

Sementara UMKM memiliki omset atau aset yang dimiliki oleh pelaku bisnis UMKM lebih besar minimal 300 juta bahkan hingga miliaran.

Ada sejumlah alasan kenapa go digital penting untuk UMKM. Pertama, dengan go digital maka UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu teknologi digital bisa meminimalisir hilangnya target pasar,

Alasan lain adalah karena mempertimbangkan pertumbuhan pengguna internet yang kian pesat. Yang tak kalah penting adalah karena dengan go digital maka biaya operasional akan lebih rendah dan budget pemasaran bisa diatur sesuai kebutuhan.

“Disini kita bisa mengatur dari sisi iklan dan dari sisi kita harus membuat event event event online atau semacam giveaway dan masih banyak lagi jalur yang bisa kita lakukan melalui UMKM go digital. Dengan bertransformasi ke arah digital, maka bisa mempercepat pertumbuhan usaha kita,” ujar Darwin dalam webinar yang dipandu oleh Jhoni Chandra ini.

Untuk menjalankan UMKM di era ne normal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan pada UKM agar konsumen tahu siis higienitas produk atau jasa yang kita tawarkan.

Selain itu perlu juga untuk selalu berinovasi dan membuat personal branding pada produk kita dengan semisal membuat foto produk, desain packaging dan media sosial. Setelah itu juga harus dijalankan juga manajemen bisnis dan memahami tentang creativepreneur.

Selain Darwin Wu, juga hadir sejumlah pembicara yang berbagi tentang wawasan literasi digital yaitu Tiara Maharani, penulis, Neldiana Theresia Jamba Lengga, penyiar radio dan pegiat literasi, serta Bayu Eka Sari sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*