Catat! Ini 3 Alasan Orangtua Perlu Memahami Literasi Digital

Lombok Tengah  -Literasi digital merupakan kemampuan untuk tidak hanya menggunakan perangkat pintar dan internet, tapi juga memahami penggunaannya secara bermanfaat. Di tengah perkembangan zaman yang terus berjalan, penggunaan digitalisasi oleh anak-anak tidak dapat dihindari.
“Jangan sampai ketika anak bertanya tentang teknologi, orangtua tidak mengerti. Jadi anak cari informasi lain yang bisa saja salah dan menjerumuskan ke pemanfaatan yang tidak tepat,” tutur Gabrilianty Nastiti Ayuningtyas (Spv Accounting Analyst) dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (17/9/2021).
Gabrilianty mengatakan setidaknya, ada tiga alasan mengapa orangtua perlu memiliki kemampuan literasi digital. Pertama, adalah faktor keamanan privasi. Ini mencakup tentang keamanan data pribadi yang bisa saja disebarkan oleh anak tanpa sengaja di internet.
“Misalnya unggah foto keluarga dengan nama dan alamat lengkap. Atau bahkan foto kartu keluarga dan KTP. Ini kan informasi sensitif semua, yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh orang lain,” tuturnya.
Dengan literasi digital, orangtua bisa mencegah bocornya privasi dan data pribadi. Sehingga risiko mengalami penipuan online dan pencurian data pun berkurang.
Kedua, orangtua perlu literasi digital untuk membantu anak jika mengalami masalah teknologi. Salah satu contohnya adalah sekolah online alias pembelajaran jarak jauh yang menuntut adanya koneksi internet.
“Kalau orangtuanya tidak paham untuk online, nanti pendidikan anak terhambat, tidak bisa mengikuti pelajaran dan sekolah,” tambahnya.
Ketiga, risiko interaksi dengan orang tak dikenal. Dengan selalu mengawasi penggunaan internet anak, maka risiko anak berinteraksi dengan orang tidak dikenal akan berkurang.
Gabrilianty mengatakan sejumlah masalah yang bisa mengintai anak jika interaksi di internet tidak diawasi orangtua, mulai dari bullying, pencurian data, hingga pelecehan seksual.
“Dengan literasi digital yang baik dari orangtua, risiko-risiko ini bisa dihindari. Sehingga penggunaan internet anak dapat digunakan sebaik-baiknya dan bermanfaat,” paparnya.
Webinar ini juga menghadirkan Yulia Dian (Social media specialist, content creator), M Lukman Hakim, S. Kom.(Android Developer Dinas Komunikasi dan Informasi Kab. Lombok Tengah), dan Ainun Auliah (key opinion leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*