Jarimu Harimaumu, Ini 5 Langkah Mencegah Terpapar Kabar Hoaks dan Berita Bohong

Buru Selatan Maluku  -Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat pertukaran informasi terjadi semakin cepat. Dampak baiknya, kita bisa mendapatkan pengetahuan atau informasi apapun dengan lebih mudah, hanya dengan modal jaringan internet.
Namun di sisi lain, pertukaran informasi yang cepat juga memiliki dampak buruk, yakni meningkatnya berita hoaks dan kabar bohong yang beredar di masyarakat. Menyikapi hal ini, Farhan Rahmat Rakasima (Consultant of Community & Fotography) mengatakan masyarakat perlu memiliki kemampuan literasi digital yang baik untuk bisa membedakan mana hoaks dan mana informasi yang benar.
“Seperti yang baru-baru ini terjadi di kota saya. Beredar pesan yang meminta identitas pribadi termasuk KK dan nomor KTP untuk pendataan peneriman bansos katanya. Padahal itu informasi tidak jelas pengirimnya siapa, tapi masih ada juga yang kena. Dan ternyata berujung pada penipuan,” tutur Rahmat dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Buru Selatan, Maluku, Jumat (17/9/2021).
Rahmat menyebutkan untuk bisa terhindar dari hoaks, ada 5 langkah yang bisa dilakukan. Apa saja?

  1. Hati-hati dengan judul provokatif
    Umumnya berita hoaks memiliki judul yang sensasional dan provokatif. Biasanya, judul menyudutkan kelompok atau pihak tertentu.
    “Isi beritanya mungkin diambil dari media resmi, tapi dimodifikasi informasinya supaya sesuai dengan pencipta hoaks ini,” katanya.
  2. Periksa fakta
    Kabar bohong dan hoaks bisa dengan mudah dipatahkan jika masyarakat mau melakukan pemeriksaan fakta sebelum membagikan berita.
    “Cek apakah pengirim atau sumber berasal dari institusi resmi atau tidak. Cari juga sumber berita lain untuk bisa membandingkan narasi, jangan hanya mendengar atau membaca dari salah satu pihak saja,” ujarnya.
  3. Cermati alamat situs
    Tidak jarang hoaks dan kabar bohong mencantumkan alamat situs dan mengklaim sebagai portal berita.
    Bagi Anda yang sering membaca berita dari media online, Rahmat menyebut jangan langsung percaya pada situs-situs tersebut, sebelum melakukan verifikasi.
    “Lihat apakah alamatnya menggunakan nama blogspot atau bukan. Cek juga apakah medianya terdaftar di dewan pers. Sebab dari 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita, baru 300 situs yang sudah terverifikasi resmi,” terangnya lagi.
    Dalam webinar kali ini hadir juga Jonny Goh (Head IT Geltech) yang membahas kebebasan berekspresi, Grace M. Moulina (Head of Marketing Communications Financial Company) yang membahas keamanan data pribadi, dan Denny Abal (key opinion leader).
    Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*