Orang Tua Harus Terus Belajar untuk Dampingi Anak di Ruang Digital

Manggarai NTT -Saat ini segala bidang kehidupan manusia amat bergantung dengan teknologi digital. Seperti di dunia Pendidikan, kesehatan atau perindustrian, cara bekerja kita sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi termasuk komputer, software data dan berbagai alat baru yang beberapa dekade sebelumnya tidak dapat diakses.

Hal itu dikatakan oleh Marius Frederikus Dion, Pendidik Trainer TKJ dalm Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu 25 Agustus 2021.

Dikatakannya juga dari cara menyelesaikan tugas hingga berkomunikasi dengan rekan kerja, teknologi menciptakan beragam perubahan yang menguntungkan perusahaan di berbagai industri.

“Termasuk dalam dunia pendidikan di masa pandemi covid 19 ini banyak lembaga pendidikan yang harus menjalankan sistem pembelajaran sistem jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan teknologi digital,” ujar Marius dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.

Dikatakannya juga saat ini penetrasi internet hampir menyeluruh di segala pelosok dunia. Dari data yang ada diketahui bahwa pengguna internet di dunia 4,66 miliar yang berarti melebihi setengah populasi manusia.

“Sementara itu pengguna internet di Indonesia di masa pandemi mengalami peningkatan yang besar menjadi 202,6 juta jiwa, dan hampir sebagian besar pengguna mengakses internet dari berbagai jenis perangkat digital,” imbuhnya.

Penggunaan internet usia 16 sampai 64 tahun diketahui memiliki beberapa jenis perangkat elektronik berbeda termasuk seperti telepon genggam smartphone maupun bukan smartphone dan juga perangkat PC atau laptop tablet dan lain-lain. 

Dalam dunia pendidikan, teknologi di era digital memiliki manfaat bagi tumbuh kembang anak apabila orang tua dapat mengarahkan penggunaan teknologi digital dengan benar dan baik. Sementara di bidang komunikasi bagi orang tua sangat membantu untuk membangun komunikasi intensif bersama anak dengan memanfaatkan fasilitas perangkat digital seperti SMS, telepon, chatting dan video call tanpa dibatasi jarak dan waktu.

Di masa pembelajaran jarak jauh, anak dapat mempelajari sesuatu tanpa dibatasi ruang, jarak dan waktu dengan memanfaatkan fasilitas pembelajaran digital baik dari maupun luring. Apalagi di masa pandemi covid 19 ini sistem pembelajaran masih daring.

“Selain itu teknologi di era digital juga mampu membuat orang tua melatih anak berpikir kritis tentang pelayanan publik dengan memanfaatkan sarana pelaporan online,” terangnya. 

Ditambahkannya anak dengan mudah mengakses informasi yang ingin diketahui melalui internet namun orangtua perlu mengarahkannya kepada laman yang sesuai dengan kebutuhan dan usia anak.

Selain itu di era digital dengan memanfaatkan kemajuan teknologi anak bisa memulai untuk melakukan jejaring sosial. Anak dapat memperluas pertemanan baik secara kekerabatan maupun masyarakat luas. Anak juga bisa membangun kreativitas dengan memanfaatkan internet untuk mencari inspirasi dan mempublikasikan hasil karyanya secara online.

Dari sekian banyak manfaatnya yang harus diperhatikan adalah bagaimana anak-anak bisa berinternet secara aman. Karena melihat perkembangan di era digital saat ini penggunaan perangkat digital bagi kehidupan manusia telah berpengaruh terhadap pendidikan anak sehingga pengawasan dan pendampingan orang tua terhadap anak penting untuk dilakukan.

“Orang tua harus terus belajar dan mengembangkan diri agar mampu mendampingi dan memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan potensi yang dimiliki anak,” bebernya.

Untuk itu, ajarilah anak-anak untuk menggunakan internet dan sosial media secara aman dengan selalu menjaga keamanan kata sandi. Juga ajarkan untuk jangan menyebarkan atau membagi informasi atau akses kata sandi akun pribadi kepada siapapun.

Yang juga begitu pentingnya adalah memilih lingkar pertemanan. Untuk itulah sebelum meminta atau menerima permintaan pertemanan di media sosial harus mengecek terlebih dahulu profil dari orang atau akun yang ada di daftar permintaan pertemanan. Juga pilih-pilih data dan jangan membuka atau mengakses informasi atau data yang menurut kita tidak berguna dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaran dan keabsahan nya ataupun hoax.

“Ajari anak juga untuk jangan bertemu langsung sendirian dengan teman yang baru dikenal lewat media sosial. Serta pakai media sosial seperlunya dan selingi dengan istirahat online dan cari tahu proteksi diri. Marilah didik anak menjadi insan generasi digital yang cakap tangguh dan sehat dalam dunia digital,” tandasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar kali ini juga menghadirkan Gebryn Benjamin Lead Creative Strategy Frente Indonesia, Nannette Jacobus, Relawan Kemanusiaan dan Chika Mailoa sebagai Key Opinion Leader. 

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*