Simak, 5 Tips Menggunakan Bahasa yang Baik dan Benar di Media Sosial

Mimika – Menggunakan bahasa yang baik dan benar penting dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya di sekolah atau di tempat kerja, penggunaan bahasa yang baik dan benar juga penting dilakukan di media sosial.

Ika Pujiningrum Palimbungan, influencer dan travel vlogger, menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar, dalam setiap unggahan di media sosial.

“Misalnya kita ngepost video di Instagram, kalau captionnya tidak baik, tidak mudah dimengerti, orang juga nggak tertarik untuk menonton videonya,” tutur Ika, dalam Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah kabupaten Mimika, Papua, Rabu (25/8/2021).

Ika pun membagikan 5 tips menggunakan bahasa yang baik dan benar di media sosial, yang bisa dicontoh.

Pertama, adalah memahami target audiens. Jika penikmat konten kita adalah generasi milenial dan lebih muda, penggunaan bahasa yang ringan dan santai akan lebih menarik. Berbeda jika audiens berasal dari generasi yang lebih tua, yang lebih senang menggunakan bahasa baku.

Kedua, membuat draft alias rancangan tulisan sebelum diterbitkan. Membuat draft penting karena dengan begitu kita bisa menelaah bagian mana yang kurang tepat dan perlu perbaikan.

“Jangan asal buat caption berdasarkan apa yang kita pikirkan saja. Apalagi kalau lagi emosi, tidak baik itu,” ujarnya lagi.

Ketiga, gunakan bahasa yang sederhana dan ringkas, serta mudah dimengerti. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya multitafsir yang bisa berujung pada konflik.

Keempat, jangan gunakan bahasa yang menyinggung suku, agama, ras, dan antar golongan yang menimbulkan perpecahan.

Terakhir, gunakan tanda baca sesuai peruntukannya. Salah menggunakan tanda baca bisa berujung perbedaan intonasi, yang di media sosial sangat mungkin terjadi.

Di kesempatan yang sama, key opinion leader Dhan Geisha menyampaikan penggunaan media sosial juga perlu etika. Salah satunya adalah pemberian komentar terkait karya atau konten orang, yang sebaiknya dilakukan secara positif.

“Karena bikin konten itu tidak mudah. Kalau kita suka dan anggap keren, beri apresiasi lewat pujian dan komentar baik. Tapi kalo kita nggak suka atau bukan selera kita, jangan diberik komentar buruk. Lewati saja, tidak perlu dikomentari apapun,” paparnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar kali ini juga menghadirkan Webinar ini juga menghadirkan Chyntia Andarinie, Founder Mom Influencer ID & Unpopulart Creative dan Astried Finnia Ayu Kirana, Managing Director PT. Astrindo Sentosa Kusuma.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*