Baliho Paslon Mantra Kerta di Jembrana Dirusak

JEMBRANA– Pelaksanaan Pilgub Bali sudah semakin dekat, beberapa Partai Politik mulai menabuhkan genderangnya dan berusaha mencari simpati terhadap masyarakat. Hal ini terlihat dari semakin maraknya pemasangan alat peraga Pasangan Calon di beberapa titik di sepanjang jalan Nasiolan dan jalan-jalan Desa di wilayah Kabupaten Jembrana.

Namun nampaknya dari sekian Balihoo Pasangan Calon, terpantau beberapa peraga yang mengalami kerusakan akibat robekan yang diduga sengaja di rusak atau di robek oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab.

Perusakan ini menimpa balihoo Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Bali Rai Mantra dan Sudikerta yang diusung oleh Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, Nasdem, PKS dan PBB, yang terpasang di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan ini mengalami robek, bahkan di Desa tersebut diketahui ada dua balihoo Mantra-Kerta rusak atau robek yang lokasinya di pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk.

Saat ditemui, menurut Ketua Pengurus Partai Golkar Kecamatan Pekutatan, Wayan Wirti, dua balihoo Mantra-Kerta tersebut diketahui rusak atau robek. Kamis (25/1/2018).

Wirti menduga, ke dua balihoo Mantra-Kerta tersebut rusak karna sengaja dirobek oleh oknum warga yang tidak bertanggungjawab. Dijelaskannya, pemasangan alat peraga dalam menyongsong Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sampai di tingkat Desa dengan tujuan agar masyarakat mengetahui Figur dan Program dari Calon Pemimpinnya.

“Namun nyatanya, balihoo kami di Desa Pangyangan malah dirusak, dan kami tidak tahu siapa yang merusaknya, yang jelas itu adalah perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab” jelas Wirti, Jum’at (26/1/2018).

Kendati atribut tersebut dirusak, Wirti dan Kadernya tetap menjaga diri dengan tujuan agar Pilgub tetap berjalan dengan lancar, aman dan damai. Namun selaku Kader Partai, pihaknya akan tetap menindaklanjuti masalah tersebut dengan melaporkan pengerusakan tersebut kepada aparat yang berwenang, untuk menghindari adanya keributan antar Pendukung.

Wirti juga menghimbau kepada Kadernya dan Pendukung Mantra-Kerta agar bersikap tenang dan tetap memberikan panutan terhadap pemahaman berpolitik yang baik dan benar kepada masyarakat. (tim)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*