Denpasar Festival Diharapkan Memperkuat Seniman hingga Pelaku Ekonomi Kreatif

0

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menutup Denfest yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan, Kamis 23 Desember 2021./Dok. Humas Pemkot Denpasar

Denpasar – Ajang Denpasar Festival atau Denfest diharapakan bisa memperkuat keberadaan seniman, musisi, komunitas film, UMKM serta pelaku Ekonomi Kreatif yang harus bisa beradaptasi pada masa pandemi.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menutup Denfest yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan, Kamis 23 Desember 2021.

Menurutnya, Denpasar Festival merupakan bentuk motivasi sekaligus program padat karya berbasis kreatifitas. Sehingga secara berkelanjutan diharapkan mampu mendukung pemulihan ekonomi Kota Denpasar.

Gubernur Koster Harapkan Festival Badminton Mampu Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata

Kata Jaya Negara, selama hampir dua pekan penuh pelaksanaan Denfest telah memberikan pengalaman sekaligus warna baru dalam pelaksanaan festival di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Tantangannya memang tidak mudah, namun kreatifitas harus tetap tumbuh dan berkembang. Hal ini mengingat kreativitas adalah kekuatan untuk mengatasi kesulitan, terutama dalam krisis multidimensi pandemi Covid-19.

“Semoga melalui gelaran Denfest ke-14 ini dapat memberikan dukungan serta motivasi terhadap penguatan seniman, musisi, komunitas film, UMKM serta pelaku Ekonomi Kreatif di Kota Denpasar, dimana kita harus beradaptasi di masa pandemi,” jelasnya

Festival Seni Bali Jani, Ikon Baru Layaknya PKB

Event tahunan Kota diakhiri serangkaian Prosesi Budaya Penutupan Denfest ke-14 di Muntig Siokan, Sanur, Kamis 23 Desember 2021.

Ngurah Jaya Negara melepas 2021 End Cycling Samas serta turut meluncurkan Aplikasi Pagi Denpasar serta penyerahan Bantuan Kios dan Piagam Sekolah Pedagang Pantai Sanur.

Beragam pementasan mengisi acara penutupan kali ini, mulai dari rare Agite, Que Tol yang merupakan Budaya Vietnam, Tarian Bhagawati Stotram yang merupakan Budaya India, Yosakoi dan Taiko Club Koryu yang merupakan budaya Jepang, Duo Drum dan Barong, BXD dan Drum Hollics, Tari Topeng Keras Kolosal dari Seniman Denpasar, Belawan dan Batuan Ethnic Fusion dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *