Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, Bank Indonesia Bidik Pelajar Bali

Edukasi Bangga Rupiah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama SMA 1 Denpasar pada acara Funbike dan Donor Darah dalam rangka perayaan HUT SMA 1 Denpasar ke-62. /Dok. BI Bali

Denpasar – Edukasi agar masyarakat cinta bangga dan paham rupiah terus dilakukan Kantor Perwakilan Bank lndonesia Provinsi Bali termasuk kalangan pelajar.

Edukasi Bangga Rupiah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama SMA 1 Denpasar pada acara Funbike dan Donor Darah dalam rangka perayaan HUT SMA 1 Denpasar ke-62.

“Keterlibatan Bank lndonesia dalam kegiatan fun bike dan donor darah di SMA 1 Denpasar dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan kebanggaan di kalangan pelajar dan anak muda terhadap Rupiah dengan cinta, bangga dan paham Rupiah,” ujar Kepala Perwakilan Bank lndonesia Trisno Nugroho.

Pelajar SMA 1 Denpasar sebagai generasi muda yang memiliki semangat dan penuh inovasi ini telah turut berperan serta dalam mengakselerasi Gerakan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah dilingkungan keluarga dan anak muda Bali.

Kegiatan Funbike dan Donor Darah ini diikuti 1000 peserta dari pelajar, alumnus serta keluarga besar SMA 1 Denpasar.

Kegiatan Funbike diawali dengan pengibaran bendera start CBP oleh Kepala Perwakilan Bank lndonesia bersama dengan Kepala Sekolah SMA 1 Denpasar sebagai tanda dimulainya Funbike.

Lanjut dia, Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenal, merawat dan menjaga diri dar i kejahatan pemalsuan uang.

Bangga Rupiah diwujudkan dengan penggunaan Rupiah sebagai alat pembayaran di setiap transaksi dan menjadi simbol kedaulatan bangsa serta pemersatu bangsa.

“Paham Rupiah diwujudkan dengan memahami fungsi Rupiah sebagai nilai tukar untuk bertransaksi atau berinvestasi, serta berbelanja secara bijak pada produk lokal”. jelas mantan Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta ini.

Bank lndonesia mengimbau masyarakat selalu waspada terkait kejahatan pemalsuan Rupiah dengan selalu menerapkan 3D (dilihat, diraba dan diterawang) di setiap transaksi serta terus berperan dalam menjaga kualitas fisik uang Rupiah melalui 5 (Lima).

“Jangan yaitu Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Distapler, Jangan Dicoret dan Jangan Dibasahi,” imbuh Trisno Nugroho. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*