Headlines

Lupa Password Jadi Masalah Umum Pengguna Media Sosial

Ambon Maluku  -Media sosial atau yang biasa disebut juga sebagai sosial media, merupakan media daring yang digunakan pengguna internet untuk berinteraksi dan bercengkrama serta berbagi melalui virtual tanpa harus dibatasi oleh ruang dan waktu.
Kehadiran media sosial telah mengubah banyak sendi-sendi kehidupan masyarakat dari yang tadinya terbatas, menjadi semakin luas dan terbuka bebas.
Definisi tentang media sosial juga umumnya serupa. Tapi menurut Ketua PKC PMII Maluku Inda Ulfa Mansyur, media sosial sangat terkait erat dengan teknologi digital dan penyebaran informasi.
“Segala sesuatu yang bisa membuat kita mendapat informasi itu kita anggap sebagai media sosial,” kata Inda Ulfa Mansyur saat berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Ambon, Maluku, Senin (20/9/2021).
Secara garis besar, Inda Ulfa Mansyur mengatakan bahwa tujuan penggunaan media sosial adalah sebagai sarana aktualisasi diri, membentuk komunitas, menjalin hubungan pribadi hingga sebagai platform pemasaran produk.
“Orang yang bermain media sosial, bisa karena melihat pasar dan ingin melakukan branding diri, atau memang mau menjual atau memberikan manfaat ke orang lain,” tambah Inda Ulfa Mansyur.
Jika tidak kebablasan, media sosial umumnya akan memberikan dampak positif seperti media mencari hiburan atau mencari informasi berulang. Media sosial juga bisa menjadi wadah ajang silaturahmi serta bertemu teman atau kerabat di daerah bahkan waktu yang berbeda tanpa harus bertatap muka langsung.
“Misal seperti saat ini saya ada di Maluku bisa zoom dengan teman-teman di daerah lain,” tambahnya.
Hanya saja, ada beberapa masalah umum yang sering terjadi pada pengguna media sosial. Dikatakan oleh Inda Ulfa Mansyur, salah satu masalah utama pengguna media sosial adalah lupa password.
Password atau kata sandi merupakan salah satu kunci utama dalam urusan pengelolaan media sosial. Jika lupa, maka sangat besar kemungkinan pengguna kesulitan mengakses masuk media sosialnya kembali.
“Tapi data menunjukkan bahwa ada 84 persen orang yang sering lupa password media sosialnya,” ujar Inda lagi.
Selain itu, data juga mengungkap bagaimana seperlima dari masyarakat masih menggunakan tanggal lahir mereka sebagai password, 18 persen menggunakan nama hewan peliharaan dan 12 persen menggunakan nama keluarga sebagai kata sandi atau password.
“Hal yang harus diperhatikan adalah keamanan akun media sosial karena bisa saja dihack. Jadi diamankan dulu akun media sosial entah lewat email atau akun lain yang digunakan. Kenapa? Kejahatan siber sangat beragam dan naik di masa pandemi Covid-19,” tambah Inda Ulfa Mansyur.
Selain Inda Ulfa Mansyur, hadir pula dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Ambon, Maluku, Senin (20/9/2021) yaitu desainer sekaligus konten kreator Sofia Sari Dewi, CEO Waji Travest Ody Waji, dan KOL Nata Gein.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *