Perbekel dan Bendesa Harus Berdampingan, Bupati Klungkung: Jangan Merasa Paling Hebat

Bupati Suwirta saat pengukuhan Awig-Awig di Wantilan Pura Dalem, Desa Adat Penarukan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (30/6/2022). /Dok. Humas Pemkab Klungkung

Klungkung – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta para perbekel dan bendesa harus selalu harus bekerjasama dan berdampingan, masing masing tidak boleh merasa paling hebat.

Hal itu disampaikan Bupati Suwirta saat pengukuhan Awig-Awig di Wantilan Pura Dalem, Desa Adat Penarukan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (30/6/2022).

Turut hadir Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung Dewa Made Tirta, Camat Banjarangkan I Dewa Made Aswin.

Awig-awig merupakan sebuah aturan adat yang mengatur kehidupan masyarakat guna terciptanya ketertiban dan ketentraman. Untuk itu, segala aturan dari awig-awig ini dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Desa Adat dan Dinas wajib rukun dan bersatu, karena jika Dinas dan Adat tidak rukun maka Krama/warga yang akan menjadi korban. Dalam membangun desa, Bendesa maupun perbekel juga didorong untuk menurunkan harga diri serta merangkul semua komponen di Desa.

Awig Awig yang telah dikukuhkan dan dipasupati ini selanjutnya harus disosialisasikan dan diimplementasikan kepada masyarakat.

“Kerja sama antara Perbekel dan Bendesa harus terus sejalan agar apa yang menjadi tujuan di Desa bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya,” tegasnya dalam acara yang dihadiri Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung Dewa Made Tirta, Camat Banjarangkan I Dewa Made Aswin.

Ia berharap agar suluruh masyarakat bisa menaati awig-awig ini. Permasalahan sampah juga harus diperhatikan khususnya di Desa, kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar nantinya lingkungan tetap bersih.

“Mari ikuti aturan dari Awig-Awig ini dengan niat tulus ikhlas agar nantinya situasi yang aman, tentram dan tertib selalu tercipta,” harap Bupati Suwirta. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*