Rokok Elektrik Bidik Anak Muda Melalui Facebook dan Instagram

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi/Dok. Istimewa

Jakarta– Industri tembakau mencekoki anak-anak muda Indonesia dengan rokok konvensional dan rokok elektrik melalui media sosial seperto facebook dan instagram.

Hal itu ditegaskan Ketua pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, dalam keterangan tertulis awal Maret lalu.

Disebutkan, dengan 170 juta pengguna internet, Indonesia berada dalam urutan empat besar di dunia. Nampaknya ceruk ini dimanfaatkan betul oleh Industri tembakau mencekoki anak-anak muda Indonesia dengan rokok konvensional dan rokok elektrik.

http://kabardenpasar.com/news/udayana-central-harapkan-puskesmas-optimalkan-klinik-berhenti-merokok/

“Jalan ini dilapangkan oleh lemahnya regulasi tentang pengendalian tembakau di Indonesia,” ungkap Tulus.

Laporan penelitian yang dilakukan oleh Vital Strategies, sebuah organisasi kesehatan masyarakat global, bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengungkap fakta bahwa iklan dan promosi rokok elektrik penuh tipuan dan trik untuk menghindari regulasi nasional merajalela di berbagai platform media sosial.

“Rokok elektrik dipasarkan secara eksplisit sebagai produk yang diasosiasikan dengan gaya hidup baru anak muda yang keren, bahkan dikatakan lebih aman dari rokok padahal jelas-jelas berbahaya,” kata Tulus Abadi, Ketua pengurus Harian YLKI.

http://kabardenpasar.com/news/klinik-berhenti-merokok-puskesmas-jadi-raw-model-yang-komprehensif-hulu-sampai-hilir/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*