Headlines

Surya Paloh Gelorakan Semangat Pantang Menyerah, Anies Baswedan: Kami Siap Melewati Ujian

Kabardenpasar – Gelaran acara Apel Siaga Perubahan Partai NasDem yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) berjalan lancar dan sukses. Partai NasDem berhasil membirukan GBK dengan hadirnya ratusan ribu kader NasDem dari berbagai wilayah Indonesia.

Selain ratusan ribu kader, Apel Siaga Perubahan juga dihadiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan seluruh jajaran pengurus DPP Partai NasDem. Lalu, Capres Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan pengurus lainnya.

Terlihat pula Ketua DPP Partai Golkar Christina Aryani dan rekan separtainya yakni Rizal Mallarangeng dan Supriansa.

Wakil Ketum Partai NasDem, Ahmad Ali dalam sambutannya mengakui jika Apel Siaga Perubahan ini dilakukan dalam rangka melaksanakan konsolidasi, merapatkan barisan, serta mempersiapkan Pemilu 2024. “Agar pada Pemilu 2024, Partai NasDem dapat memenangkan pemilu dengan memenuhi target yang diberikan oleh Ketum,” ungkap Ahmad Ali disela-sela sambutan dalam acara Apel Siaga Perubahan GBK Jakarta, Minggu (16/7/2023).

Untuk menghadapi Pemilu 2024, Partai NasDem butuh semangat juang dan ketahanan yang kuat, visi yang jelas agar Indonesia kedepan lebih baik dan sejahtera.

Untuk merealisasikan Indonesia yang adil, Partai NasDem berani mengambil keputusan mencalonkan Anies Rasyid Baswedan sebagai Capres di Pilpres 2024. “Bersama partai koalisi, insya Allah kita akan perjuangkan Anies menjadi Presiden RI pada tahun 2024 ini.”

Ahmad Ali mengakui memilih Anies Rasyid Baswedan sebagai Capres Partai NasDem bukan pilihan yang mudah karena posisi Partai NasDem berada pada Koalisi Perubahan.

“Dalam keputusan ini pastinya tidak semua orang merasa puas. Dalam keputusan ini, Ketum kita (Surya Paloh) banyak mendapatkan tekanan-tekanan, tapi kita bantah dengan ketegaran Ketum kita dalam menjalankan keputusannya,” tegas Ali.

Senada, Anies Baswedan pun mengakui jika dalam beberapa bulan ini merasakan semangat perjuangan sedang ditempa dan diuji. “Tetapi, hadirnya lautan manusia pada sore hari ini menegaskan pesan bahwa kami siap melewati ujian. Kami siap melewati tempaan. Jadikan ujian, tempaan ini menjadi pribadi-pribadi Indonesia yang lebih kuat lagi,” tegas Anies.

Anies juga mengatakan jika acara Apel Siaga Perubahan ini bertujuan untuk menguatkan tekad, menunjukkan komitmen Partai NasDem, komitmen akan gerakan perubahan, komitmen akan restorasi Indonesia, menegakkan kembali pilar-pilar demokrasi, meluruskan kembali arah bangsa.

“Mengingatkan kita semua dan mengejar kembali janji-janji kemerdekaan untuk bisa ditunaikan kepada setiap tumpah darah Indonesia. Inilah perjuangan kita, ini perjuangan Partai NasDem yang telah konsisten melakukannya. Ini bukan perjuangan pkecil, ini bukan perjuangan sederhana, tapi ini perjuangan yang amat besar, perjuangan yang mengikhtiarkan negara yang lebih adil,” katanya.

Partai NasDem mendorong perubahan untuk menjaga persatuan. Tetapi, persatuan tidak cukup diikat dengan pidato, persatuan tak cukup diikat dengan bahasa, persatuan harus ditopang dengan rasa keadilan.

“Itulah yang membuat kita semua berkumpul di sini (di GBK). Kita ingin agar cita-cita itu bisa kita wujudkan lewat kesempatan yang dibuka pada saat pemilu dan Pilpres 2024,” katanya.

Masih di acara Apel Siaga, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengingatkan kepada seluruh kader agar jangan menyerah dalam menghadapi tekanan.

“Kita punya komitmen moral untuk keberhasilan pemimpin yang kita dukung dan kita usung menjadi presiden negeri ini, tapi bisa saja niat baik akan diartikan dengan penuh kesalahpahaman dan salah pengertian dan kita terima itu saudaraku semuanya.”

Tapi bukan berarti, kalau memang niat baik kesalahpahaman, salah pengertian kemudian merasa terjepit, tertekan, tertindas dan terhalangi. “Kemudian kita, menyerah? Nah, kita katakan, insya Allah kita tidak menyerah,” tegas Paloh dihadapan para kader.

Dasar pemikiran inilah yang mau dipegang teguh, bahwa Partai NasDem tetap konsisten dengan pemikiran-pemikiran nilai-nilai kebangsaan yang seutuhnya, untuk memberikan penghormatan nilai pluralisme kebangsaan.

“Kenapa kita harus memilih Anies Baswedan? Karena kita mau membuktikan, plurarisme yang kita hargai bukan hanya di bibir, tapi juga dalam praktik kehidupan yang nyata,” katanya.

Pemikiran-pemikiran dinamis dan moderat dan penuh dengan konsistensi pemikiran dalam rangka membangun ke-Indonesia-an yang seutuhnya wajib terus-menerus diperjuangkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *