Selangkah Menuju Desa Wisata: PPK Ormawa LSCC Unud Dorong Terwujudnya Desa Wisata Religi Nyalian
Kabardenpasar – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Law Student Creativity Community (LSCC) Fakultas Hukum Universitas Udayana resmi melaksanakan launching kemajuan Desa Wisata Nyalian di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Bali.
Kegiatan ini menjadi momentum penting setelah kurang lebih empat bulan pendampingan intensif melalui Program MENYALA (Mengoptimalkan Potensi Desa Nyalian).
Pendampingan tersebut berfokus pada penguatan potensi wisata, penguatan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), peningkatan kapasitas masyarakat, legalitas usaha, penyediaan sarana pendukung, hingga digitalisasi pariwisata. Berbagai capaian ini berhasil mengantarkan Desa Nyalian memasuki tahap uji kelayakan menuju status resmi sebagai Desa Wisata.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung, Pemerintah Desa Nyalian, pihak Universitas Udayana, Pokdarwis, mitra strategis, serta masyarakat setempat.
Penyerahan Inventaris dan Berita Acara
Rangkaian kegiatan utama ditandai dengan penyerahan Surat Tindak Lanjut Pengusulan Desa Wisata Nyalian, yang dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Kemajuan Desa Wisata.
Sebagai wujud nyata keberlanjutan program, Tim PPK Ormawa LSCC FH Unud juga menyerahkan sejumlah inventaris pendukung kepada Pokdarwis Desa Nyalian yang diresmikan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima. Langkah ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Pokdarwis dan masyarakat untuk melanjutkan pengelolaan potensi desa secara mandiri.
Dukungan Dinas Pariwisata Klungkung
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, menyampaikan apresiasi tinggi serta dukungan penuhnya terhadap lompatan besar yang diambil oleh Desa Nyalian.
“Desa Nyalian memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Kami dari Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung tentu sangat siap untuk mendukung dan mendampingi proses tersebut,” ujar I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa penetapan resmi sebuah desa wisata harus melalui prosedur yang matang.
“Untuk ketetapannya sebagai desa wisata, seluruh tahapan tetap harus mengikuti SOP, persyaratan, dan mekanisme yang berlaku. Kami berharap proses ini dapat berjalan dengan baik sehingga ketika nantinya ditetapkan, Desa Nyalian benar-benar siap dari sisi potensi, kelembagaan, pengelolaan, maupun sumber daya manusianya,” imbuhnya.
Awal Keberlanjutan Mandiri
Melalui peluncuran kemajuan ini, PPK Ormawa LSCC menegaskan bahwa berakhirnya masa pengabdian mahasiswa bukan menjadi akhir dari segalanya. Momen ini justru menjadi titik awal bagi keberlanjutan program pariwisata yang kini sepenuhnya dikelola oleh masyarakat lokal.
Kolaborasi erat antara Pemerintah Desa Nyalian, Pokdarwis, masyarakat, Pemerintah Kabupaten Klungkung, Universitas Udayana, serta para mitra diharapkan terus terjaga demi mengantarkan Desa Nyalian menjadi desa wisata religi yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan di masa depan.