JEC Eye Hospitals and Clinics bersama Gerakan Matahati Hadirkan Operasi Katarak Tanpa Biaya bagi Masyarakat Provinsi Bali
Kabardenpasar, 15 Oktober 2026 — JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat Bali melalui Klinik Utama Mata JEC BALI @ Denpasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program bagi 101 pasien di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics sepanjang Oktober–Desember 2026, melalui kolaborasi dengan Gerakan Matahati, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia.
Program tersebut menjadi penghormatan atas 101 tahun kelahiran Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati, sekaligus berkontribusi pada target Matahati untuk memfasilitasi 1.010 operasi katarak tanpa biaya hingga akhir tahun. Diselenggarakan dalam rangka peringatan World Sight Day 2026, kegiatan ini membawa semangat “Love Your Eyes” melalui langkah nyata untuk mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di Bali, pentingnya akses penanganan katarak tercermin dalam survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada 2015. Survei tersebut mencatat prevalensi kebutaan sebesar 2,0% pada penduduk berusia 50 tahun ke atas, dengan katarak sebagai penyebab sekitar 78,0% kebutaan yang teridentifikasi.
Sebagai rujukan historis, temuan ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap gangguan penglihatan yang dapat ditangani.
- Pada tingkat nasional, Kementerian Kesehatan RI menyebut sekitar 600–650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Katarak juga tercatat sebagai penyebab 81,2% kebutaan pada penduduk berusia di atas 50 tahun. Besarnya kebutuhan tersebut memperkuat pentingnya pemeriksaan dan akses operasi, terutama bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan untuk memperoleh layanan.
- Katarak merupakan kekeruhan pada lensa alami di dalam mata yang dapat menyebabkan pandangan berkabut, mudah silau, hingga kesulitan membaca atau mengenali wajah. Keluhan tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai bagian biasa dari pertambahan usia. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan, termasuk operasi apabila katarak telah mengganggu aktivitas dan dokter menilai tindakan tersebut diperlukan.
Pelaksanaan operasi katarak tanpa biaya ini didukung dokter spesialis mata, fasilitas pemeriksaan dan bedah modern, serta layanan kesehatan mata komprehensif dalam jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics.
Dukungan tersebut memungkinkan pasien menjalani pemeriksaan menyeluruh, tindakan sesuai indikasi medis, dan pemantauan pascaoperasi dengan standar mutu serta keselamatan pasien yang tetap terjaga.
Pemilihan teknik operasi dan lensa tanam disesuaikan dengan hasil pemeriksaan serta kebutuhan klinis masing-masing pasien.
Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, menegaskan bahwa perluasan akses harus berjalan seiring dengan mutu pelayanan. “Bagi kami, memperluas akses berarti membantu masyarakat memperoleh penanganan yang dibutuhkan dengan standar pelayanan yang tetap terjaga.
Pasien dalam program sosial menjalani pemeriksaan, tindakan sesuai indikasi medis, dan pemantauan pascaoperasi sebagai satu rangkaian layanan. Komitmen ini telah kami jalankan secara berkelanjutan melalui lebih dari 4.000 operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat yang membutuhkan. Pendekatan tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan di Denpasar.
Kehadiran fasilitas dalam jaringan memungkinkan masyarakat memperoleh layanan spesialis mata di Bali sekaligus menjalani tindak lanjut setelah operasi,” ujar Prof. Tjahjono.
Layanan Mata Komprehensif di JEC BALI @ Denpasar Klinik Utama Mata JEC BALI @ Denpasar, yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat No. 170, menyediakan penanganan katarak, kornea dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, okuloplasti, mata anak, serta penanganan mata kering (Dry Eye).
Pelaksanaan operasi katarak tanpa biaya di JEC BALI @ Denpasar didukung dokter spesialis mata, teknologi canggih dan modern, serta fasilitas bedah untuk membantu pasien memperoleh penanganan sesuai kondisi matanya. Cakupan layanan tersebut juga mendukung evaluasi gangguan mata lain yang mungkin menyertai katarak, sehingga perencanaan tindakan dan perawatan lanjutan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Dr. Luh Putu Intan Kartika Chandra Dewi, M.Biomed, SpM, Kepala Klinik Utama Mata JEC BALI @ Denpasar, menjelaskan bahwa dukungan teknologi dan layanan yang menyeluruh membantu pasien memperoleh penanganan katarak sesuai kondisi medis serta kebutuhan kesehariannya.
“Di Klinik Utama Mata JEC BALI @ Denpasar, layanan katarak didukung teknologi canggih dan modern serta pemeriksaan menyeluruh sebagai dasar perencanaan tindakan. Kami memperhatikan kondisi mata setiap pasien untuk menentukan teknik operasi dan lensa tanam yang sesuai, termasuk mengevaluasi gangguan mata lain yang mungkin menyertai.
Layanan ini juga mencakup edukasi bagi pasien dan keluarga serta pemantauan setelah operasi, agar setiap tahap penanganan dapat dijalani dengan pemahaman yang baik. Melalui program operasi katarak tanpa biaya ini, kami ingin membuka akses lebih luas bagi masyarakat Bali untuk memperoleh layanan kesehatan mata berbasis teknologi modern, dengan keselamatan dan kenyamanan pasien sebagai prioritas.
Harapannya, mereka dapat kembali bekerja, beraktivitas secara mandiri, dan menikmati waktu bersama keluarga dengan lebih nyaman,” ujar Dr. Luh Putu Intan Kartika Chandra Dewi, M.Biomed, SpM.
Upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat menjadi bagian dari perjalanan JEC Eye Hospitals and Clinics sejak 1984.
Pengembangan jaringan ini memasuki babak baru setelah PT Nitrasanata Dharma Tbk, pengelola JEC Eye Hospitals and Clinics, mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 7 Juli 2026 dengan kode JECX.
Di Bali, perluasan layanan berlanjut melalui pembangunan JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur.
Bersama pengembangan jaringan di Tangerang dan Kediri, langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan mata berkualitas yang semakin dekat dengan masyarakat.
Tentang JEC
Dengan pengalaman 42 tahun sejak berdiri pada 1984, kiprah JEC Eye Hospitals and Clinics dalam menghadirkan layanan kesehatan mata telah diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia pada Healthcare Asia Awards 2026, serta Top Brand Award 2025-2026 untuk kategori Rumah Sakit Mata.
JEC juga menjadi pelopor dalam pembentukan ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH) dan anggota aktif World Association of Eye Hospitals.
Pada 7 Juli 2026, PT Nitrasanata Dharma Tbk, pengelola JEC Eye Hospitals and Clinics, resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham JECX.
Saat ini jaringan JEC terdiri dari 5 rumah sakit mata dan 11 klinik utama mata, yaitu JEC @ Menteng, JEC @ Kedoya, JEC Primasana @ Tanjung Priok, JEC CANDI @ Semarang, JEC ORBITA @ Makassar, JEC @ Cibubur, JEC @ Tambora, JEC @ Cinere, JEC @ Bekasi, Candi Eye Center Semarang, JEC ANWARI @ Purwokerto, JEC JAVA @ Surabaya, JEC ORBITA @ Makassar, JEC BALI @ Denpasar, JEC JAVA @ Pasuruan, dan JEC ORBITA @ Kendari.
JEC juga terus memperluas jaringan melalui pengembangan JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, serta kehadiran JEC @ Tangerang dan JEC JAVA @ Kediri.
5 Informasi selengkapnya silakan kunjungi www.jec.co.id. Phone: (021) 2922 1000 / Fax: (021) 390 4601 / www.jec.co.id
Kontak Media: Mubadiyah, S.Psi, MM Kadiv. Marketing & Komunikasi 0878 1011 8999 / diah@jec.co.id Ichramsyah H, S.I.Kom, CPS Manajer Public Relations 0818 0656 2606 / ichramsyah@jec.co.id