Mentan: Gerakan Cetak Dollar Dari Bali

Badung – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor buah manggis Bali secara langsung ke China melalui jalur udara, di Pemeriksaan Keamanan Kargo dan Pos (Regulator Agent) PT Angkasa Pura Logistik Kantor Cabang Bali, Kamis (6/9/2018). Ekspor secara langsung ke China ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya juga pada tahun 2017 lalu.

Pada tahun- tahun sebelumnya pengiriman harus melalui negara ke tiga “transit di Singapura dan Malaysia sekarang sudah langsung tujuan. Kami lakukan bilateral, sudah diterima langsung,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman, di gedung logistik Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Dengan ekspor buah manggis secara langsung ke pasar tujuan ini, diharapkan ekspor manggis akan terdongkrak hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Target ekspor di seluruh Indonesia 40.000 ton setahun. Mentan mengatakan dengan mendongkrak ekspor diharapkan menghasilkan devisa bagi negara sehingga dapat memperkuat nilai tukar rupiah.

Ekspor manggis Bali ini dilakukan oleh PT Radja Manggis Sejati. Direktur Utama Radja Manggis Sejati Jro Putu Tesan mengatakan “Dulu standar prosedur dari negara tujuan sering kami abaikan karena negara perantara memberikan kemudahan seperti dari Thailand dan Malaysia. Sekarang setelah pemerintahan Jokowi ada negosiasi dengan China, kami baru bisa masuk tahun 2017, jadi kami menunggu lima tahun,” katanya.

Tesan menambahkan pengiriman kali ini mengawali pengiriman untuk periode September 2018 hingga April 2019. “Ekspor yang ini baru lima persen dan akan bertahap dilakukan. Ini baru panen sisipan karena puncaknya November hingga Desember. Targetnya sehari bisa ekspor 50 -60 ton atau minimal 9.000 ton dalam kurun waktu tersebut, dengan perkiraan nilainya sekitar Rp. 100 milyar.

Tusan mengatakan sejak 2012 telah mengirim buah manggis yang pada waktu itu melalui negara ketiga seperti Vietnam, Thailand, Singapura dan Malaysia. Otomatis label manggis Bali akan menggunakan negara perantara tersebut. Manggis lokal Bali itu dipanen dari perkebunan di Buleleng, Tabanan dan Negara.

Pada kesempatan ini Mentan juga melepas ekspor bibit ayam atau DOC (Day Old Chiken) CP 909 Layer sebanyak 32 ribu ekor dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Bibit ayam ini diekspor ke Timur Leste.  Mentan didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Bali Putu Astawa serta anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra atau biasa dipanggil Gus Adhi.  (Nil)

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*