Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing

Maluku Tengah  – Era digital lahir dari evolusi dalam digitalisasi. Keberadaannya memberi dampak perubahan yang signifikan pada dalam dunia bisnis dan organisasi. Hampir semua dimensi kehidupan sosial masyarakat modern pun terimbas evolusi digital. Transformasi digital pun menjadi pintu masuk terjadinya perubahan dan manusia berperan sebagai agen perubahan dalam budaya digital.

Menurut Indra Wahyudi, Staff Dosen Universitas Darussalam dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Selasa 31 Agustus 2021, dalam budaya digital perlunya pemanfaatan berbahasa secara baik dan benar dalam interaksi di ranah digital.

“Ada tiga kata kunci yang haus dijaga dan terus diterapkan yaitu tolong, maaf, dan terimakasih. Bahasa yang baik dan benar adalah penggunaan bahasa yang sesuai dengan konteks pemakaian bahasa seperti tempat suasana waktu siapa dan kepada siapa berkomunikasi,” ujar Indra dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.

Dikatakannya lagi bahwa sekarang ini jarang atau sedikit sekali konten yang bermanfaat dan bermutu. Contohnya, isi Tik tok yang hanya sekedar joget atau konten yang intinya menyinggung atau menghina orang lain.

“Penggunaan bahasa yang baik dan benar sebenarnya bisa diterapkan setiap saat, bahkan di saat kesal sekalipun. Tetaplah bermedia sosial secara positif. Karena penggunaan bahasa yang baik dan benar tidak semata-mata untuk melestarikan bahasa itu sendiri. Namun juga menghindari dan surat-surat hukum akibat salah penafsiran. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing,” ujarnya.

Selain penggunaan bahasa yang baik dan benar, kita juga harus bijak dalam berkomunikasi di era digital. Untuk itu ada sejumlah ketrampilan yang harus dimiliki yaitu kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, ketangkasan dan beradaptasi,  mampu mengakses dan menganalisa informasi serta mampu berkomunikasi baik lisan maupun tulisan.

Setiap pengguna ruang digital haruslah mampu berbahasa yang baik dan benar serta bijak dalam berinteraksi sosial di dalamnya. Apalagi sejumlah panutan yang segala tingkah lakunya digugu dan ditiru seperti guru atau dosen, pimpinan, pejabat, idola di media sosial, selebgram, orang tua, idola atau public figure.

Untuk mengasah kecakapan bahasa kita agar selalu baik dan benar kita perlu membiasakan diri untuk selalu mendengar dan menyimak, mampu menganalisa informasi dari mendengar, saring sebelum sharing, berkomunikasi secara lisan dan bahasa isyarat dengan baik. Selain itu kita juga harus mampu menganalisis informasi dari membaca dan  dapat berkomunikasi secara tulisan dengan baik.

Oleh karenanya terkait hal-hal di atas, yang perlu diingat adalah berbahasa yang baik mencerminkan kepribadian seseorang dan hal ini tidak terkait dengan pendidikan karena pendidikan tidak menjadi tolak ukur. Sementara lingkungan sangat berpengaruh untuk membuat manusia yang bermartabat.

“Kita kan baik dan martabat kalau lingkungan kita juga yang baik. Kalau lingkungan kita mabuk mabukan nanti lama-lama kita juga akan terpengaruh,” ungkapnya.

Selain Indra juga hadir pembicara lain yaitu Sofia Sari Dewi, Fashion Designer Clozette.id Ambassador & Digital Content Creator, Gebryn Benjamin, Lead Crative Strategy Frente Indonesia dan Ahmad Affandy sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*