Bupati Jembrana Dorong Peningkatan Literasi Digital

0

Jembrana  -Bupati Jembrana, Bali, I Nengah Tamba mendukung upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi internet atau literasi digital guna membangun untuk kemajuan di Kabupaten berjuluk ‘Bumi Makepeung” itu.
Nengah Tamba menyampaikan itu saat memberikan sambutan pada kegiatan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital yang digelar Kementerian Komunikasi Informasi RI dan SIberkreasi pada Rabu 8 September 2021 di Kabupaten Jembrana, Bali.
Bupati Nengah Tamba mengungkapkan bahwa internet telah masuk hingga ke pelosok wilayah dan tak hanya di perkotaan saja tetapi juga merambah hingga ke desa-desa. Dan internet sudah menjadi bagian keseharian masyarakat di berbagai kalangan.
Ia juga mengatakan, diperkirakan masyarakat menghabiskan waktu untuk mengakses interenet hingga delapan jam sehari. Apalagi ditambah dengan kondisi di masa pandemic yang membuat banyak kegiatan masyarakat harus memakai internet. Seperti sekolah daring, kuliah daring, bekerja dari rumah atau work from home, berbelanja online dan lain sebagainya.
Mau tidak mau, siapa saja harus beradaptasi dengan dunia digital yang memang banyak sisi positif yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan skill masyarakat. Karena semua informasi dan wawasan bisa dicari dan ditemukan lewat internet.
Di samping sisi positif, pasti juga ada ancaman serius dalam ruang digital seperti dengan penipuan oonline, beredarnya hoax, ujaran kebencian dan lainnya yang harus diwaspadai dan dicegah dengan menerapkan etika dalam ruang digital, terutama pada generasi muda yang akan mendapatkan tantangan lebih besar lagi di masa depan dengan kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat berikut segala kreativitas dan inovasi yang menyertainya.
Karenanya, menjadi penting untuk melakukan peningkatan kapasitas masyarakat, literasi digital agar melek informasi internet dalam mengimbangi perkembangan informasi dan tekonologi yang bergerak demikian cepat.
Pihaknya mendukung program literasi digital untuk membuat masyarakat menjadi cerdas, cakap mulai tingkat dasar, madya, mahir  hingga inklusif.
Dengan demikian, target pemerintah untuk program ini pada tahun 2021 sebanyak 12,5 juta masyarakat agar melek digital harus mendapat dukungan.
Untuk meraih masyarakat yang melek digital atau literasi digital sebanyak itu, Kementrian Kominfo bekerjasama dengan gerakan nasional literasi digital siber kreasi dan Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar webiner makin cakap digital mulai bulan Mei hingga Desember 2021 tahun ini.
“Saya mendukung kegiatan ini untuk menambah kecakapan digital masyarakat Jembrana agar dapat memanfaatkan internet dan teknolopi digital ini,” tandas mantan anggota DPRD Bali tersebut.
Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal positif dan kreatif. Menambah daya saing dan meningkatkan perekonomian yang pada akhirnya bisa turut serta membangun kabupaten paling barat di Pulau Bali ini.
“Mari bersama ikuti webinar ini sampai selesai, sehingga kita bisa menggunakan teknologi digital semakin cakap dan bijak,” harap Tamba sembari meningatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran pandemi Covid-19.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar dengan moderator Kika Ferdind ini diisi oleh sejumlah pembicara yaitu Ilham Faris, Digital Strategist, Chyntia Andarinie Founder Mom Influencer ID, I Gede Ngurah Patriana Krisna, ST, MT dan Putri Masyita sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *