Internet Sehat dan Aman untuk Remaja


Alor NTT -Keberadaan internet memberikan kemudahan bagi banyak orang dalam bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga sarana berjualan online. Banyak bagian internet yang aman untuk diakses, tetapi beberapa bagian internet tidak aman untuk diakses terutama bagi anak-anak.
Masyarakat Indonesia sendiri telah banyak yang memanfaatkan internet bagi kehidupan sehari-hari. Data Hootsuite menyatakan pengguna internet di Indonesia sebanyak 202,6 juta jiwa.
“Banyak bagian internet yang benar-benar bermanfaat kalau kita mengakses dan menggunakannya untuk hal-hal yang positif. Internet sebagai media mengirim pesan, konten, dan sebagainya,” tutur Novita Ayu Matoneng atau Noayu selaku pegiat dan pembicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/10/2021).
Bagi remaja atau anak yang masih berada di bawah pengawasan orang tua, penggunaan internet perlu dibatasi untuk mencegah dampak negatif. Misalnya, cybercrime, perjudian online, pornografi, dan konten negatif.
“Dampak negatif sangat ditakutkan oleh guru dan orang tua saat memberikan kebebasan pada anak untuk mengakses internet. Karena hal buruk di dunia nyata bisa bermula dari dunia maya,” ujarnya.
Noayu menyampaikan, sebagai orang tua terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengawasi anak di ruang digital. Pertama, meningkatkan pengetahuan mengenai literasi digital, terutama tentang situs-situs yang aman dan tidak aman untuk anak dan remaja. Kedua, berkomitmen terhadap teknologi dan penggunaan media digital yang sehat dengan memberikan contoh kepada anak.
Keempat, menyiapkan beragam aktivitas rekreasi fisik untuk dilakukan bersama anak. Kelima, meningkatkan kepedulian masyarakat agar peka dengan lingkungan sekitar. Tidak menjustifikasi orang lain buruk dengan mudah.
Untuk menjaga anak di era digital, orang tua bisa memantau dunia online anak. Menurut Noayu, orang tua perlu bijaksana misalnya dengan melihat riwayat tontonan anak pada platform Youtube. Kemudian, periksa juga bagaimana anak-anak berkomentar atau berinteraksi dengan orang lain di media sosial. Lalu, buat aturan dan konsekuensi terkait penggunaan gawai pada anak. Ajarkan juga anak bagaimana cara melindungi privasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibagikan di media sosial
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Alor, NTT, Senin (4/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Sheila Nadia Lestari (Owner Artifashion), Cenuk Widyastrina Sayekti (Peneliti dan Dosen), dan Masra Suyuti (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*