Jangan Lengah, Ini Peran Orangtua Lindungi Anak di Dunia Digital

Supiori Papua  -Penggunaan internet di kalangan anak meningkat selama pandemi Covid-19. Data Kementerian komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) menyebutkan, sebanyak 80-100 juta pengguna internet terdapat 10 persen pengguna dibawah 15 tahun.
Seperti diketahui, selama pandemi Covid-19, sekolah yang tadinya dilakukan tatap muka, kini beralih menjadi online. Oleh sebab itu, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital wilayah Supiori, Papua Penggiat Digital & Content Creator, Nico Oliver, mengingatkan peran orang tua, dan berbagai pihak agar anak anak di dunia digital.
“Pertama itu orang tua harus tetap update terhadap perkembangan teknologi. Jangan sampai justru kita ketinggalan dengan anal,” kata Nico, Senin, (13/92021).
Ia melanjutkan bahwa penting juga bagi orangtua menjelaskan mana infomrasi yang boleh dan tidak boleh dibagikan di internet dan media sosial. Karena hal itu rentan akan keamananan anak sendiri.
“Hal yang seringkali juga tidak disadari, justru orang tua yang membagikan informasi anak di media sosial. Misalnya saja anak menang lomba, lalu diposting semua lengkap dengan seragam sekolahnya,” ujar Nico.
Situasi ini membuat anak jadi rentan diidentifikasi oleh orang-orang tidak bertanggung. Kemudian, ia juga menyarankan orang tua untuk bisa selalu mendampingi anak menggunakan internet.
“Pahami juga penggunaan dan aturan aplikasi. Karena setiap aplikasi punya pengaturan yang berbeda-beda,” kata Nico.
Selanjutnya, ia juga menyarankan untuk bisa membatasi penggunaak gadget dan internet pada anak. Hal itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan atau kecanduan gadget dan internet pada anak.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Rumah Belajar Papua 2019 , Restyn Yusuf, S.Pd., Gr, juga memaparkan tentang pentingnya memiliki keahlian digital selama masa pandemi. Bahkan, ia mengatakan bahwa keahlian digital itu, menjadi salah satu bekal penting, untuk bisa tetap relevan dengan zaman.
“Keahlian digital itu berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan, perangkat keras, perangkat lunas serta sistem operasi operasi digital dalam kehidupan sehari-hari,” kata Restyn.
Selain mereka berdua, juga hadir, Chris Jatender, Kaprodi Tehnik Informatika STTI STIENI, dan Key Opinion Leader, Marizka Juwita.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*