Penting! Peran Orangtua dan Pendidik untuk Cegah Dampak Buruk Internet Pada Anak

Lombok Utara  -Penggunaan internet kini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Pada anak misalnya, internet bahkan digunakan untuk sekolah dan belajar.

Namun dibalik manfaat internet, ada juga risiko bahaya yang mengintai anak-anak. Pencurian data, hoaks dan kabar bohong, cyberbullying, hingga penipuan online dan kejahatan seksual bisa terjadi pada anak Anda.

“Karena itu kita sebagai orang dewasa, wajib mendampingi anak dan mengajari bagaimana penggunaan internet yang baik dan benar untuk anak dan remaja,” tutur Nico Oliver, seorang Penggiat Digital & Content Creator, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu (1/9/2021).

Nico mengatakan karena itu, orangtua dan pendidik perlu turun langsung mencegah dampak buruk internet. Apa yang perlu dilakukan?

Nico mengatakan pertama untuk orangtua, perlu tetap update dengan perkembangan teknologi dan digital. Dengan begitu ketika anak bertanya, orangtua tahu bagaimana menggunakan teknologi, menghindari risiko anak bertanya kepada sumber yang salah.

Orangtua juga perlu menjelaskan pada anak mana konten yang boleh ditonton dan dibagikan, serta mana yang tidak boleh. Orangtua juga wajib memberikan batasan waktu penggunaan internet pada anak.

“Penting juga orangtua mendampingi anak saat mereka menggunakan internet. Agar orangtua bisa mengajarkan pemahaman penggunaan dan aturan aplikasi,” tuturnya lagi.

Bagaimana dengan pendidik? Sama seperti orangtua, pendidik juga penting mengetahui perkembangan teknologi digital.

Pendidik juga diharapkan mampu melindungi privasi anak didik, dengan tidak menyebarkan foto, video, maupun kegiatan anak didik secara detail tanpa persetujuan orangtua.

“Saya juga berpesan kepada pembuat konten, karena pembuat konten yang mungkin tidak ditujukan untuk anak-anak, tapi tetap ditonton anak. Harus memahami konteks konten yang dibuat,” tutupnya.

Dalam webinar kali ini hadir juga Grace M. Moulina, Head of Marketing Communications Financial Company, Dany Firman, Pegiat Iiterasi Digital, dan Tisa sebagai key opinion leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*