Udayana Central Harapkan Puskesmas Optimalkan Klinik Berhenti Merokok

Journalist Camp Smoke Free for Healthy Cities yang digelar Udayana Central, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali dan The Union di Mushroom Beach Bungalow, Nusa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, Bali, 25-26 Desember 2021./Dok. Udayana Central

Klungkung – Keberadaan layanan klinik berhenti merokok di setiap Puskesmas ke depan agar lebih dioptimalkan sehingga bisa memfasilitasi perokok yang ingin berhenti merokok.

I Made Kerta Duana dari Udayana Center for Non-Communicable Disease (NCDs), Tobacco Control and Lung Health atau Udayana Central menjelaskan, pihaknya mendorong keberadaan klinik berhenti merokok. Layanan berhenti rokok diharapkan bisa lahir di tiap-tiap Puskemas di Bali.

Langkah ini cukup positif dan pihaknya memfasilitasi ketika perokok ingin berhenti merokok dengan tersedianya klinik berhenti merokok.

Catatan KTR Bali: Cukai Rokok Belum Efektif Turunkan Perokok Usia Dini

“Upaya mencegah berhenti merokok harus mendapat perhatian lebih serius,” imbuhnya di sela Journalist Camp Smoke Free for Healthy Cities yang digelar Udayana Central, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali dan The Union di Mushroom Beach Bungalow, Nusa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, Bali, 25-26 Desember 2021.

Pada bagian lain, Made kerta Duana menekankan, pada 2022 nanti lebih memfokuskan kepada implementasi KTR penguatan di tujuh kawasan, khususnya di sektor kesehatan dan hotel dan restoran yang perlu lebih ditingkatkan.

Kemudian, implementasi peniadaan iklan di luar ruang, sebagai salah satu bentuk pencegahan terhadap perokok pemula di seluruh Bali.

Hakim Jatauhkan Denda 5 Pelanggar Perda KTR di Denpasar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*