42 Persen Orang Tua Khawatir Tentang Keamanan Anak di Internet, Begini Cara Lindunginya

Maluku Tengah – Perkembangan teknologi terutama internet membawa tantangan tersendiri bagi para orang tua dalam menjaga anak. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19, saat hampir sebagian besar aktivitas di dalam rumah dan anak mesti melakukan sekolah online. 

Bahkan, data dari Google mengungkapkan bahwa 51 persen orang tua dari anak yang bersekolah online selama pandemi Covid-19 merasakan kekhawatiran yang meningkat tentang keamanan online anak. 

“Kekhawatiran terbesar di Indonesia itu 42 persen orang tua menyebutkan bahwa mereka khawatir terkait dengan keamanan informasi anak,” ujar Gebryn Benjamin, Lead Creative Strategy Frentle Indonesia, dalam Webinar Gerakan Literasi Digital 2021 Wilayah Maluku Tengah, Maluku, Selasa, (10/8/2021). 

Gebryn mengatakan bahwa banyak orang tua khawatir anak-anak mereka menerima perhatian yang tidak diinginkan dari orang yang tidak dikenal. 

“Orang tua juga khawatir anak-anak melihat konten yang tidak pantas di internet,” kata dia. 

Sayangnya, masih menurut data dari Google lebih dari sepertiga orang yang diwawancarai tidak pernah membicarakan keamanan online dengan anak. Gebryn menyampaikan bahwa semua hal itu isa membawa pengaruh buruk pada anak. 

“Anak jadi kecanduan, sulit konsentrasi, menyendiri, cuek, bahkan hingga melanggar hukum,” kata dia 

Kemudian juga ada gangguan pada pertumbuhan fisik. Gebryn mengatakan bahwa dampak buruk internet juga membuat anak melihat konten yang tidak pantas untuk usianya dan mengganggu psikis. 

“Risiko lainnya terkait keamanan dan perundungan,” kata dia.

Oleh karena itu ia menyarankan orang tua untuk selalu cari tahu tentang ren dan teknologi informasi yang positif. Kemudian kenali dan pelajari perangkat gadget anak. 

“Gunakan juga fitur umum keamanan untuk anak dengan mode anak. Banyak smartphone yang punya fitur tersebut,” kata dia. 

Dalam kesempatan yang sama, Social Media Specialist dan Content Creator Yulia Dian juga menyampaikan tentang mesti bijak dalam menggunakan internet dan media sosial. Dengan lebih bijak menggunakan gadget dan internet, membuat pengguna menjadi lebih aman. 

Dalam webinar ini juga hadir pembicara lainnya, yakni Staf Dosen Universitas Darussalam, Indra Wahyudi, dan Key Opinion Leader Tisa. 

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*