5 Panduan Dasar Bermedia Sosial

Buleleng – Perkembangan dunia online di Indonesia tidak bisa terbendung lagi, sejumlah platform menawarkan tak hanya sekedar hiburan dan informasi saja, tetapi lebih kepada kemudahan di bidang lainnya termasuk di bisnis online.

Menurut Agus Adiarta, Manager PT Konsuli Perdana Indonesia Area Bali Utara yang juga seorang Asesor LSK PT APEI, dalan Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat 20 Agustus 2021, media sosial adalah sebuah media online dengan para penggunanya yang bisa dengan mudah berpartisipasi berbagi dan menciptakan konten.

“Isi konten-konten tersebut meliputi blog, jejaring sosial, Wiki forum dan dunia virtual. Blog jejaring sosial dan Wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia,” ujar Agus dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.

Dijelaskannya juga bahwa Wiki adalah perangkat lunak kolaboratif yang menjalankan wiki , yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengedit halaman atau entri secara kolaboratif melalui browser web .

Sistem wiki biasanya merupakan aplikasi web yang berjalan pada satu atau lebih server web. Konten, termasuk revisi sebelumnya, biasanya disimpan dalam sistem file atau database. Wiki adalah jenis sistem manajemen konten web, dan perangkat lunak siap pakai yang paling umum didukung yang ditawarkan oleh fasilitas hosting web.

Ia juga mengatakan bahwa jejaring sosial sangat bermanfaat untuk berbagai macam hal di sendi kehidupan manusia. Di antaranya bisa menjadikan orang lebih percaya diri, mempermudah komunikasi dan mempermudah menyampaikan informasi.

Tak hanya itu, lanjutnya, dari media sosial kita juga bisa mendapatkan uang lewat bisnis online dan bisa belajar banyak hal (bahasa asing dan ilmu pengetahuan lainnya). Khusus untuk anam muda media sosial saat ini sangat besar fungsinya mengekspresikan diri sebebas-bebasnya, asalkan juga ingat ada etika atau rambu sosial agar aman dan nyaman di dunia maya.

Kendati begitu banyak manfaat, ada juga dampak negatif media sosial.  Secara garis besar dampak negatif medsos bisa dirinci yaitu mengurangi sifat sosial manusia. Dan dari sifat sosial yang berubah ini maka dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.

“Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet. Semakin internet berkembang maka kejahatan juga ikut berkembang. Selain itu dunia maya bisa membuat seseorang kecanduan. Terutama yang menyangkut pornografi, Judi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut,” bebernya lagi.

Untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan media sosial serta menangkal sisi negatifnya, ada 5 panduan dasar dalam bermedia sosial. Yaitu selalu menjaga privasi, menjaga juga keamanan akun, menghindari hoax, selalu menyebutkan atau berkomentar hal-hal positif dan gunakan seperlunya.

Selain Agus, sejumlah pembicara lain turut berbagi wawasan terkait literasi digital yaitu Ika Febriana Habiba, CX Manager PT Digital Tunai Kita, Nannette Jacobus, Relawan Kemanusiaan dan Blogger dan Nata Gein sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.**

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*