Jangan Tergiur Harga Murah Saat Berbelanja Online

0

Ilustrasi/Istimewa

Lembata NTT  – Salah satu dampak positif dari meningkatkan penggunaan internet seperti sekarang ini adalah semakin banyaknya platform belanja online dalam e-commerce yang memberikan kita kemudahan berbelanja.
Ada kemudahan, tak menutup adanya celah kejahatan penipuan yang juga kerap terjadi dalam transaksi online. Untuk itulah diperlukan kewaspadaan setiap pengguna ruang digital agar bisa aman bertransaksi online.

Menurut Ody WAji, CEO Waji Travest dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa 14 September 2021, ada sejumlah cara agar kita terhindar dari penipuan dalam transaksi online.

“Sejumlah penipuan yang terjadi sebetulnya bisa dihindari dengan sikap kehati-hatian kita atau kewaspadaan kita. Utamakan teliti dan cerdas dalam berbelanja semisal tidak begitu percaya dengan barang yang dijual dengan harga yang sangat rendah,” ujar Ody dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.

Sebab seperti yang kita sudah ketahui bahwa prinsip ‘ada harga ada mutu’ artinya barang bagus itu butuh pengorbanan uang lebih. Logikanya memang sebuah produk berkualitas tentunya berasal dari bahan yang berkualitas dan pengerjaan yang teliti dan memakan waktu, tenaga juga material.

Satu lagi adalah pergunakan sejumlah platform marketplace dan bertransaksi online dengan penjual yang menggunakan rekening bersama. “Manfaatkan transaksi via rekening bersama atau Rekber atau bisa dengan Cash on Delivery atau COD yang artinya bayar di tempat saat barang datang,” katanya.

Selain itu, salah satu bentuk kewaspadaan kita yang lainnya adalah dengan-meminta foto asli barang sebab ada kalanya foto yang dipergunakan adalah foto dari perusahaan yang memproduksinya, sehingga kita butuh gambar asli ril barang yang akan kita beli.

Selain itu, biasanya memang para konsumen kerap membaca testimoni pembeli sebelumnya. Dan toko online dengan jumlah pembeli yang telah menuliskan testimoninyalah yang akan dipilih untuk eksekusi melakukan pembelian.
Tapi jangan salah, katanya, bahwa ada kalanya testimoni yang kita baca sebetulnya palsu alias dibuat-buat untuk menampilkan citra baik produk yang akan dijual.

adahal, aslinya barang tidak sebagus testimoni palsu itu.
Testimoni ini juga bisa menjadi magnet konsumen lain untuk membeli. Ada kalanya calon konsumen mengambang alias yang tidak begitu ingin berbelanja menjadi amat tertarik karena membaca testimoni yang ditulis. Tadinya tidak ingin membeli malah terpikat untuk melakukan pembelian karena melihat testimoni yang bagus-bagus.

Selain Ody Waji, turut hadir para pembicara lainnya yaitu Adnida Atika VP Business Development, Martinus Ola Nedin, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lebatukan dan Tisa Caca sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (abi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *