Pakar Ungkap Cara Agar UMKM Bertahan dan Bangkit Saat Pandemi

Lombok Tengah  -Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) digadang-gadang menjadi salah satu bentuk usaha yang bisa membangkitkan ekonomi dalam situasi Covid-19. Meski demikian, bukan berarti UMKM tidak terdampak pandemi Covid-19. 

Dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Azizah Zuhriyah, Manager Alhikmah Coop, mengatakan menurut survei yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB) per 2020, 48,6 persen UMKM Indonesia tutup akibat pandemi. 

“Tapi UMKM ini termasuk yang paling cepat bangkit di saat pandemi,” kata Azizah, Senin, (6/9/2021). 

Namun, demikian, Azizah mengatakan bahwa UMKM yang cepat bangkit ialah mereka yang telah melakukan langkah-langkah untuk bisa beralih ke dunia digital. Sehingga, meski pandmei Covid-19, UMKM tersebut masih bisa beroperasi. 

Dalam kesempatan itu, Azizah juga memaparkan hal-hal yang harus diperhatikan jika ingin UMKM beralih ke digital. Pertama ialah dengan mendaftarkan alamat bisnis di Google Map. 

“Selanjutnya bisa dengan membuat akun media sosial, dengan begitu bisa lebih mempromosikan barang atau jasa yang ditawarkan,” kata Azizah. 

Ia melanjutkan, langkah lain yang juga perlu dilakukan ialah dengan berjualan lewat marketplace. Dengan melalui marketplace, jangkauan pasar yang disasar menjadi lebih luas. 

“Lalu membuat website yang berisi keterangan tentang produk kita. Selanjutnya mendaftarkan nama domain, dan yang terakhir email dengan nama domain sendiri,” kata Azizah. 

Lebih jauh, Azizah mengatakan bahwa proses digitalisasi menjadi sangat penting di tengah situasi pandemi. Dengan digitalisasi, tadi, membuat usaha mampu bertahan dan bangkit. 

“Digitalisasi di dunia bisnis sudah menjadi yang tidak bisa dihindarkan jadi orang orang pada zaman sekarang lebih suka berdiam diri di rumah membeli produk online. Makanya UMKM harus go digital harus jadi penggerak bisnis untuk pesatnya kemajuan zaman,” katanya.

Dalam kesempatan itu, juga hadir pembicara lainnya, Tiara Maharani, penulis dan pegiat literasi yang menjelaskan multikulturalisme di ruang digital,  Wire Bagye, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Lombok, dan Vizza Dara, Key Opinion Leader. 

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*