Pemahaman Pengguna Menentukan Kualitas Hasil, Bukan Harga Gadget

Belu NTT – Saat ini kemampuan penguasaan teknologi seperti gadget menjadi skill yang wajib dimiliki seiring dengan semakin masifnya penetrasi dunia digital di tanah air . Dengan menguasai gadget pekerjaan bisa menjadi lebih efisien.

Menurut Hendrick Setioadithyo, Head of Marketing PT Cipta Retail saat menjadi narasumber pada Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Jumat 20 Agustus 2021, para pengguna digital dapat mencari informasi dengan memanfaatkan internet melakukan kegiatan pemasaran dan mengerjakan kegiatan pembukuan melalui beragam aplikasi yang tersedia.

“Karenanya penguasaan perangkat lunak dan keras digital sangat penting dengan terlebih dahulu mengetahui tentang apa saja toolsnya,” jelasnya.

Tool  tersebut yaitu perangkat lunak berupa Google, Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube, Microsoft office  dan Google workspace. Sedangkan perangkat keras yaitu Ponsel, Laptop, PC, tablet PC dan kamera digital.

Hendrick pun memberikan tips menguasai perangkat lunak dan keras digital yaitu gunakan tools yang ada bukan spesifikasi. Namun, lanjut Hendrick, harus diingat bukan harga gadget yang menentukan bagus atau tidaknya hasil tapi pemahaman kita terhadap tools tersebut.

Selain itu penting juga untuk memahami tujuan dari kegiatan digital Anda dan tentukan objektif yang jelas dan tajam. Tidak perlu mempelajari semua perangkat lunak bersama-sama dalam saat yang bersamaan. “Pahami masing-masing fungsi dasarnya, lalu pertajam sesuai kebutuhan dan jangan ragu bertanya!” katanya

Selain pegetahuan tentang perangkat digital tadi, juga penting adalah bagaimana kita bisa efektif dan efisien dalam menggali informasi di media digital. Hal itu bisa dilakukan dengan memahami kebutuhan dan tujuan mencari informasi. Setelah itu pahami kata kunci dari apa yang mau dicari dan hati-hati dengan situs yang tidak memiliki kejelasan status. Juga pelajari cara mengatur bookmark di browser dan diskusikan informasi yang didapat.  

“Ingat, diskusi dan menyebarkan adalah dua hal yang berbeda,” ujarnya.

Untuk itu ada sejumlah mesin pencarian untuk menggali informasi di media digital secara efektif efisien dan tepat seperti Google, Bing, Freepik, Unsplash, Pinterest, Quora, YouTube , Wikipedia dan lainnya.

Selain pengetahuan tentang perangkat keras dan lunak tadi, yang juga harus ditingkatkan lagi penerapannya adalah ilmu tentang kolaborasi dan komunikasi digital. Ilmu ini penting karena jarak dan waktu terbukti tidak ada artinya jika kita mmapu berkomunikasi digital dan berkolaborasi.

“Saya yang tinggal di kaki gunung di kota Bogor bisa berbagi dengan kawan-kawan di kejauhan dari seluruh Indonesia misalnya,” terangnya. 

Ketidakmampuan untuk menghilangkan batasan jarak waktu ini akan membuat kita kehilangan kesempatan untuk bersaing di dunia digital dan meningkatkan kualitas diri. Contohnya adalah berkolaborasi dan berkomunikasi digital lewat WhatsApp, Telegram, Google workspace, Microsoft 365, Slack, Trello, Zoom, Google meet dan Microsoft teams. Selain itu ada juga cara berkolaborasi dan berkomunikasi digital yang eektif semisal untuk melalukan meeting.

Caranya awali persiapan dengan dengan membuat agenda meeting yang jelas. Pastikan meeting harus selalu ada moderator dan notulen. Persiapkan perangkat pendukung dan trial sebelum memulai dan  tentukan batasan waktu meeting. Selanjutnya pastika semua peserta meeting untuk minimalisir gangguan agar fokus, tentukan hasil meeting yang spesifik dan bagikan hasil meeting via Google docs serta diskusikan apakah ada point yang terlewatkan.

Selain Hendrick sejumlah pembicara lain yang turut berbagi wawasan tentang literasi digital ini adalah Astried Finnia Ayu Kirana, S.Sos, Managing Director PT Astrindo Sentosa Kusuma, Petronela Mau, Guru SMON Wedomu & Dosen dan Vizza Dara sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.**

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*