Penting Diketahui, Ini 5 Langkah Menggunakan Internet Secara Sehat

Bima NTB  -Penggunaan internet kian dekat dengan keseharian masyarakat, dari anak-anak hingga orangtua. Internet digunakan untuk segala hal, mulai dari sekolah, bekerja, transaksi perbankan, hingga menjalin interaksi sosial.

Chyntia Andarinie Founder Mom Influencer ID mengatakan penggunaan internet tidak boleh asal-asalan. Agar manfaat internet didapat dengan maksimal, perlu menggunakan internet secara sehat.

“Internet sehat adalah penggunaan internet secara bijak sehingga memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif, sehingga tercipta masyarakat cerdas dan produktif,” tutur Chyntia, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (2/9/2021).

Chyntia mengatakan ada lima langkah menggunakan internet secara sehat, yang patut diketahui oleh masyarakat dan dipraktikkan dalam keseharian.

Pertama, adalah membatasi waktu penggunaan internet. Ini penting untuk mencegah kecanduan, sekaligus memaksimalkan waktu yang ada untuk produktivitas.

“Jadi misalnya pagi ada webinar, siang dan sore sempatkan melakukan aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan komputer dan internet. Misalnya dengan masak atau beres-beres dulu, sebelum kerja lagi,” papar Chyntia.

Kedua, adalah menetapkan tujuan menggunakan internet. Jika internet digunakan untuk sekolah atau bekerja, maka selain melakukan kegiatan tersebut, tidak perlu menggunakan internet.

Ketiga, adalah menggunakan internet untuk pengembangan diri. Ia mencontohkan media sosial dan hiburan saat ini yang bisa dengan mudah diakses di internet sebagai kegiatan yang tidak produktif.

“Ada kelas-kelas online yang bisa diikuti, atau workshop gratis banyak sekali. Kita bisa belajar hal baru seperti bahasa asing misalnya,” tambahnya.

Keempat adalah pemilihan password yang aman dan tidak mudah diretas. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko adanya pembajakan yang bisa merugikan kita.

Terakhir adalah berpikir sebelum posting. Di era digital, arus informasi begitu kuat sehingga rentan terpapar oleh hoaks alias kabar bohong.

“Pastikan dulu informasi yang kita dapat itu benar, bukan bohong. Lalu apakah informasi ini bermanfaat untuk orang lain atau tidak,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Lily Marfuatun, dosen, advokat, dan Program Officer Yayasan LARIMPU Bima NTB, menjelaskan kehadiran internet berisiko menyebabkan pemborosan hingga menurunkan produktivitas.

Di sini, peran literasi digital penting agar kita bisa tahu bagaimana penggunaan internet yang baik dan bermanfaat.

“Dengan literasi digital kita bisa tahu apakah kita belanja online itu perilaku konsumtif atau produktif, apakah itu barang yang kita inginkan atau kita butuhkan,” paparnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Dalam webinar kali ini hadir juga Nurul Amalia, pramugari Saudi Airlines, Digital Content Creator, Forex Trader, dan Ahmad Affandy sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*