Tips Gunakan Bahasa Baik dan Benar di Dunia Digital

Jayawijaya Papua  -Masyarakat di era ini memiliki beragam jenis media sosial yang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Contohnya pada platform-platform seperti Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube, dan sebagainya. Ika Febriana Habiba seorang CX manager di PT Digital Tunai Kita menuturkan, platform-platform yang kita gunakan sering juga dipakai untuk menulis cerita atau hanya sekadar caption dalam sebuah postingan.

“Semua platfrom itu punya batasan karakter, jadi enggak bisa sepanjang kita menulis di buku atau di blog. Batasan dari masing-masing media sosial berbeda, tetapi ada juga batas ideal dalam menulis, yaitu 150-300 karakter,” ujar Ika saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (30/8/2021).

Dengan batasan yang ada dalam caption media sosial, terdapat penyesuaian dalam berbahasa. Salah satunya ialah penggunaan bahasa serapan di dunia yang mempengaruhi bahasa nasional. Selain penggunaan bahasa serapan, Ika mengatakan terdapat perubahan bahasa yang terjadi di dunia digital. Di antaranya, munculnya bahasa baru, penggunaan campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah, munculnya singkatan-singkatan dari bahasa-bahasa di Indonesia atau bahasa Inggris, serta penggunaan emoticon.

“Ketika kita menghadapi perubahan bahasa di dunia digital, tetapi harus tetap dipastikan bahwa dalam menyampaikan pesan di media sosial itu harus sesuai. Artinya, pesan yang ditangkap penerima sesuai dengan apa yang kita ingin sampaikan,” jelasnya.

Ika melanjutkan, saat ingin membentuk suatu opini di ruang digital kita juga harus mampu membahasakannya dengan baik dan benar. Tentunya, kita harus bisa memastikan bahwa pesan yang disampaikan sesuai dengan apa yang dimaksud. Itulah alasan mengapa kita perlu menggunakan bahasa secara baik dan benar.

Ia menjelaskan, bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan konteksnya. Misalnya, saat berbicara dengan orang yang lebih tua harus sopan. Sementara, bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah, tata bahasa, ejaan resmi, lafal, dan kalimat efektif. Contohnya, penggunaan huruf kapital pada awal kalimat, nama orang, atau nama tempat.

Dengan demikian, agar pesan yang ingin disampaikan menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan yang dimaksud. Ika memberikan tips sebagai berikut:

1. Gunakan bahasa sesuai dengan target pembaca. Misalnya, pada pembaca remaja gunakan bahasa yang lebih santai.

2. Jangan menyampaikan pesan secara bertele-tele.

3. Gunakan bahasa sesuai dengan tata bahasa.

4. Perhatikan penggunaan tanda baca yang sesuai karena bagi pembaca ini menentukan intonasi dari sebuah tulisan.

5. Perhatikan penggunaan huruf kapital, jangan gunakan di seluruh kalimat karena akan memberi kesan marah.

6. Hindari menggunakan kata-kata dengan konteks negatif, tidak menyinggung SARA atau orang lain, dan tidak menggiring opini.

7. Utamakan penggunaan bahasa Indonesia dan lestarikan penggunaan bahasa daerah, serta penting juga menguasai bahasa asing.

Menggunakan bahasa yang baik dan benar bisa menghindari kesalahan penulisan dan memperjelas maksud dari sebuah tulisan. Hal ini tentu juga mencegah miskomunikasi di era digital

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (30/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Ody Waji (CEO Waji Travest),  Dave A. Doyapo (Kepala Perwakilan LPMI), dan Putri Masyita (Key Opinion Leader).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*