Headlines

Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital

Lombok Tengah- Revolusi industri 4.0 dikenal dengan era digitalisasi di mana hampir seluruh kegiatan terintegrasi dengan internet dan menggunakan big data. Mohammad Taufan Asri Zaen, Wakil Ketua I STMIK Lombok menjelaskan, era ini menghadirkan perusahaan baru yang tidak besar, tetapi bergerak dengan cepat.

Di samping munculnya perusahaan baru, banyak pekerjaan yang digantikan oleh robot. Dengan demikian, setiap orang harus mempelajari keterampilan baru lagi agar tidak tergantikan. Akan tetapi, digitalisasi pun menghadirkan beberapa pekerjaan dan usaha baru yang banyak memanfaatkan teknologi dan internet. Misalnya toko konvensional berubah menjadi online atau transportasi saat ini sudah bisa dipesan secara online.

“Di masa pandemi, tren pekerjaan juga berubah dari bekerja di kantor menjadi bekerja dari rumah (work from home) dengan mengandalkan internet,” ungkap Taufan saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi DIgital wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/8/2021).

Taufan juga menjabarkan, beberapa pekerjaan tersebut di antaranya:

1. Konten Kreator

Bekerja dengan membuat konten yang menarik dengan topik tertentu. Pekerjaan ini menerapkan model bisnis yang bekerja sama dengan bran-brand tertentu untuk mempromosikan suatu produk. Menjadi seorang konten kreator membutuhkan keterampilan dalam menulis, videografi, fotografi, dan ilustrasi. Platform yang digunakan bisa Youtube, Instagram, atau Tiktok.

2. Software Engineer

Engineer ini bekerja untuk membangun sebuah sistem pada sebuah aplikasi, web, atau cloud. Keterampilan yang dibutuhkan ialah pemrograman beserta bahasanya. Umumnya, di era digital ini software engineer bekerja pada start-up atau korporasi.

3. Social Media Specialist

Hampir serupa dengan konten kreator, social media specialist bertugas untuk mengelola dan membuat konten bagi perusahaan. Akan tetapi, keterampilan dari social media specialist ini lebih kompleks karena membutuhkan analisa tren, serta strategi kampanye untuk menarik audiens. Social media specialist ini bekerja pada seluruh platform media sosial yang ada. Dengan perusahaan meliputi korporasi, start-up, hingga UKM.

4. Data Analyst

Bekerja untuk menganalisis segala hal yang berhubungan dengan data dan bertanggung jawab untuk menerjemahkan data tersebut. Hasil akhirnya data dapat diolah dan dijadikan laporan untuk membantu proses manajemen dan pengolahan data perusahaan. Data Analyst ini ditujukan untuk meningkatkan keuntungan, dan kredibilitas dari perusahaan. Biasanya keterampilan yang dibutuhkan Data Analyst yaitu statistik dan matematika, serta visualisasi data.

“Dengan tren pekerjaan tersebut, kita harus mampu menemukan pekerjaan yang tepat. Caranya dengan memahami kelebihan dan kelemahan dari diri kita sendiri,” jelas Taufan.

Ia menuturkan, pilihlah pekerjaan yang lebih condong kepada kelebihan kita. Setelah mengetahui kelebihan dan kelemahan, kita perlu melakukan research terhadap suatu perusahaan atau profesi yang ingin dituju sesuai dengan skill yang dimiliki, mengembangkan skill yang ada, dan membangun skill baru. Dengan itu, kita juga dapat membangun jejaring atau network untuk mencari peluang yang lebih luas lagi dalam pekerjaan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Rabu (18/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Ody Waji (CEO Waji Travest), Nurul Amalia (Pramugari Saudi Airlines),  dan Putri Iangi (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *