Bebas tapi Beretika di Media Sosial

Lombok Timur  -Media sosial memberikan kebebasan bagi para penggunanya untuk mengunggah apa saja dan follow akun yang ingin diikutinnya. Kendati begitu luasnya kebebasan kita di ruang digital, tetapi tetap harus diingat ada etika digital yang harus kita terapkan agar dunia digital bisa memberi dampak positif bagi diri kita.
Seperti yang dikatakan oleh Ody Waji, CEO Waji Travest saat menjadi nara  sumber di Webinar Literasi Digital di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu 8 September 2021 bahwa kebebasan di dunia digital harus dilakukan seimbang dengan penerapan etika.
“Kita memang bisa saja follow siapa pun dan semua memberikan kita kebebasan tapi semua kembali lagi kepada pilihan kita masing-masing apakah kita ingin memposting sesuatu dengan yang beretika sehingga orang-orang respect atau kita ingin asal posting saja,” ujar Ody Waji dalam webinar yang dipandu oleh Yulian Noor ini.
Lebih lanjut menurut Ody, ada kebebasan yang diberikan oleh sosial media,  meskipun ada syarat dan ketentuan sebelum kita membuat account media sosial seperti Instagram. Bahwa disana sudah dijelaskan bahwa dilarang untuk memposting konten sara atau pornografi atau yang lain tapi kembali lagi pada masing-masing usernya, apakah dia bijak menggunakan sosial media tersebut atau tidak.
Ody juga memberi tips agar setiap pengguna media sosial bijak menggunakan media sosial. DIantaranya yaitu jangan asal posting konten. Lalu, sadari betul bahwa akun medsos setiap orang bisa dilihat secara publik.
Selain itu tak perlu detail mencantumkan informasi, karena semakin canggih teknologi semakin canggih juga cyber crime. Karenanya data-data diri kita harus dilindungi. Yang harus dilindungi adalah bukan hanya informasi pribadi seperti KTP paspor dan lain-lain, bisa saja awalnya orang yang tidak tidak tidak ada niat untuk baca tapi saat dia melihat kesempatan mungkin lokasi dia tahu kita berada, kita sering mencantumkan informasi informasi di mana kita berada.
Karenanya, sejumlah langkah harus lebih dipahami dan diantisipasi seperti untuk selalu menjaga etika, selalu waspada dan jangan langsung percaya.Karena akan selalu ada lipan informasi atau orang-orang yang tak bertanggung jawab yang wara-wiri di media sosial. Juga disarankan untuk memfilter akun-akun yang kita ikuti.
Selain Ody turut hadir sebagai pembicara adalah Gebryn Benjamin, Lead Creative Strategy Frente Indonesia, Asbullah Muslim, S.Fil,I, M.Pd.I, Rektor Institut Elkatarie Kabupaten Lombok Timur dan Sri Rahma Dani sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*