Kenali Tujuan Sebelum Berinvetasi

Sumba  -Pilihan berinvestasi di era digital dewasa ini cukup banyak karena itu sebelum menjatuhkan pilihan investasi yang diinginkan maka perlu mengenali tujuan menginvestasikan uang dalam jangka pendek atau jangka panjang.
Menurut Adinda Atika, Konsultan VP Business Development, sangat penting untuk mengenali perbedaan investasi dalam jangka pendek dan jangka panjang agar tidak salah mengambil keputusan yang mengandung risiko.
“Banyak edukasi berinvestasi yang ditawarkan melalui internet seperti instagram atau YuoTube mengenai investasi tentunya bisa dipakai sarana belajar dan harus dipilih mana yang baik dan sesuai tujuan. Adanya online bisa semakin mudah untuk kontrol investasi kita,” ujar Adinda Atika dalam Webinar Literasi Digital di wilayah Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis 9 September 2021.
Atika mengungkapkan juga bahwa sebelum investasi haruslah dipilih jenis investasi yang aman dan plafon investasi yang aman.  Setidaknya harus mengetahui, jika investasi itu memiliki izin instansi berwenang seperti OJK dan Bapeppti untuk saham dan crypto. Sebab, perusahaan yang telah mengantongi izin setidaknya bisa dilihat akan mematuhi peraturan pemerintah untuk menjaga konsumen.
Lantas bagaimana agar platform yang dipilih tetap aman. Tidak ada cara lain, kecuali sistem keamanannya dibuat berlapis tidak hanya user password saja namun juga memasukan PIN, finger PIN atau face id. “Pastikan platform yang digusankan memakai sistem keamanan itu,” tandasnya
Setiap platform harus bisa memberikan penjelasan dari setiap halaman demi halaman di laman atau informasi yang disajikan. Dia mengingatkan, agar masyarakat mengetahui mengkritisi, platform investasi yang memberikan keuntungan wajar atau sebaliknya.
Diingatkannya, sebelum berinvestasi , harus ditentukan jangka waktunya apakah memilih jangka pendek atau pun panjang misalnya investasi untuk membangun rumah,  pensiun, jalan-jalan travel ke luar negeri dan seterusnya. “Tentukan kapan dan tujuannya, barulah kita tentukan produknya,” sambung Atika.
Kemudian, untuk investasi yang memiliki risiko seperti saham atau crypto maka sebaiknya diketahui agar memakai uang yang benar-benar aman bukan uang uang panas. Jangan memakai uang darurat untuk berinvestasi karena risikonya besar akan ditanggung jika kemudian merugi.
“Ibaratnya, pakai uang jajan, saja untuk investasi, seperti orang belajar, kalau sampai hilang ya tidak apa-apa bagian dari risiko investasi,” katanya dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.
Setelah mengetahui tujuannya, barulah masuk diversifikasi investasi produk mana saja yang mau dipilih dan mana yang jangka pendek dan jangka panjang.
Selain Adinda juga hadir pembicara lainnya yaitu Astried Finnia Ayu Kirana, S.Sos, Jessika Sherina Habba Lagu, Miss Grand Indonesia dan Eryvia Maronie sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*