Headlines

Mau Bisinis di Masa Pandemi? Contek Ide Berikut

Dogiai Papua – Hampir 2 tahun pandemi berjalan membuat kita berdiam di rumah dan melakukan aktivitas dari rumah hanya dengan memanfaatkan internet. Adanya pandemi juga membuat kita bermigrasi ke dunia digital dan beraktivitas di sana secara intens.

“Artinya sudah saatnya kita menjadi penduduk dunia digital yang berdaya dan punya skills. Inilah saat kita membekali diri untuk berkompetisi di dunia digital,” jelas Alaika Abdullah seorang Virtual Assistant dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupagen Dogiai, Papua, Senin (23/8/2021).

Menurut Alaika, dalam dunia digital juga kita perlu menerapkan kebijaksanaan diri untuk lebih bijak dalam memanfaatkannya. Misalnya, bijak dalam menggunakan internet sebagai alat untuk menghasilkan uang.

Hal tersebut juga yang menjadikan diri kita lebih kreatif untuk berpikir dalam melihat peluang di dunia digital. Alaika mengatakan, peluang dunia digital bisa jadi menjanjikan selama kita bisa mengaktualisasi diri dan mampu untuk bersaing.

Untuk mencari uang di dunia digital salah satu yang paling lumrah dan banyak bermunculan di masa pandemi adalah bisnis digital. 

“Bisnis digital ialah bidang usaha yang memanfaatkan teknologi IT unuk menciptakan produk atau memasarkan produk secara digital,” tuturnya.

Lanjutnya, Alaika memaparkan beberapa ide bisnis yang bisa dikembangkan secara digital:

1. Bisnis Kuliner

Sebagai salah satu kebutuhan utama, Alaika mengatakan bisnis kuliner seperti tidak pernah mati. Ia mengatakan memulai bisnis ini pun sangat mudah selama kita memiliki passion dalam memasak.

2. Jasa Kursus Online

Di masa ini, beberapa orang membutuhkan media untuk meningkatkan kemampuannya. Membuka jasa kursus online dapat membantu orang lain merIh hal tersebut. Jika kita memiliki kelebihan, misalnya pandai melukis atau berbahasa maka itu bisa menjadi salah satu modal dalam membuka jasa kursus online.

3. Dropshipping

Model bisnis ini sudah banyak diterapkan karena dapat dijadikan sebagai peluang yang menarik bagi kita yang memiliki keterbatasan modal. Bisnis dropshipping tidak memerlukan modal banyak bahkan tanpa modal, yang dibutuhkan hanya keinginan yang kuat untuk mempromosikan barang sampai terjual.

4. Berjualan Foto

Hobi memotret di era digital ternyata bisa dijadikan sesuatu yang menghasilkan uang. Untuk mengubah foto menjadi uang kita bisa menjualnya ke situs foto berbayar seperti Gettyimages. Foto yang dijual bisa dibeli secara berulang, harga yang ditawarkan dalam satu foto pun biasanya dihargai dengan mata uang dollar.

5. Jasa Desain/Ilustrasi

Banyak orang yang tertarik dengan gambar/ilustrasi. Akan tetapi, tidak semuanya memiliki keahlian untuk membuat gambar atau ilustrasi. Hal ini bisa dijadikan peluang untuk menghasilkan uang dengan menjual jasa desain/ilustrasi tersebut selama kita memiliki keahliannya.

6. Virtual Assistant

Alaika menjelaskan, pekerjaan virtual assistan ialah bekerja yang menyangkut kesekretariatan, tetapi dilakukan secara online. Pekerjaan ini umumnya membutuhkan keahlian manajemen, administrasi, notulensi, dan sebagainya.

7. Online Coaching

Bagi kita yang senang untuk membimbing dan mengajari seseorang, online coaching bisa menjadi pekerjaan yang dilakukan secara virtual. Saat ini banyak online coaching seperti yoga, zumba, dan sebagainya. Bahkan, Alaika menyatakan kita juga bisa menjadi online coaching dalam hal self development agar seseorang bisa lebih percaya diri. 

Dengan memulai bisnis digital, Alaika mengatakan bahwa kita bisa mendapat beberapa kelebihan dibanding bisnis offline. Di antaranya, jenis bisnisnya yang beragam dan jangkauan pembelinya yang luas, dapat bertujuan jangka panjang meski pandemi nantinya telah usai, serta berpenghasilan tanpa batas.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Dogiai, Papua, Senin (23/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Alex Iskandar (Managing Director IMFocus Digital Consultant), Hengky Yeimo (Wartawan), dan Ainun Auliah (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *