Menggunakan Media Sosial sesuai Etika

Jayapura Papua   -Perkembangan teknologi informasi dan covid-19 memaksa dunia mengadaptasi gaya hidup baru. Hal ini menghasilkan lonjakan jumlah pengguna sekaligus risiko keamanan digital. Terlebih di dalam covid-19 kegiatan fisik terbatas dan banyak yang mencari hiburan melalui platform digital. Namun, ini semua bisa mengakibatkan hal baik dan buruk dalam penggunaan internet, khususnya media sosial.
“Ada waspada oversharing di media sosial, hoaks, dan pencurian data. Menurut uta tiga ini penting di media sosial,” ujar Yazid Yanwar Saputra atau Uta selaku Founder Meraki Agency saat berbicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (8/9/2021).
Dalam penjelasan Uta, oversharing adalah ketika kita terlalu banyak berbagi kehidupan pribadi di laman media sosial. Baik itu untuk memamerkan aktivitas harian atau sekadar iseng. Oversharing bisa mengarah pada kecanduan media sosial. Tidak baik rasanya kita punya sesuatu hal langsung di bagikan tanpa disaring terlebih dahulu.
Sementara hoaks itu berkaitan dengan hukum yang sudah dibuat di UU ITE. Ia mengimbau, harap berhati-hati untuk memberikan berita yang baik-baik saja dan tidak memberikan berita yang tidak baik. Lalu, pencurian data di media sosial, jenis kejahatan satu ini sering terjadi. Dapat dibuktikan oleh kasus baru-baru ini bahwa data Presiden Joko Widodo bocor.
“Jangan tinggalkan jejak digital kita di dalam media sosial. Jadi, kitanya sendiri yang perlu hati-hati. Apa yang perlu kita share dan ambil itu kita ambil, tetapi tidak juga semuanya. Jadi kita harus bijak,” jelasnya.
Media sosial adalah sebuah media daring yang penggunanya bisa dengan sangat mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi dan menciptakan blog tanpa dibatasi ruang dan waktu. Ia mengatakan, saat ini media sosial sudah menjadi keharusan karena media sosial layaknya asupan harian. Akan tetapi, dalam media sosial punya sisi baik dan buruk, penggunaannya pun tergantung kepada kita.
Manfaat media sosial untuk berkomunikasi, mengetahui informasi terkini, menambah pengetahuan, dan hiburan. Manfaat lain juga sebagai mata pencaharian, misalnya berjualan online. Di sisi lain, dampak negatif dari media sosial yaitu, berkurangnya kemampuan komunikasi dan interaksi langsung, pornografi, penipuan, perjudian, dan serangan siber.
Seperti yang diketahu, di media sosial tidak ada filter dalam menggunakannya. Hal ini mempengaruhi etika yang digunakan. Menurut Uta, dalam penggunaan media sosial sama dengan kita hidup di dunia nyata, sama-sama memerlukan etika. Di sini perlu ditekankan, bahwa ketika ada orang yang tidak menggunakan etika di media sosial bukan berarti bersikap sama seperti orang tersebut. Kita tetap harus menggunakan etika bagaimanapun situasi di media sosial.
Hal yang harus kita lakukan di media sosial ialah menjaga privasi kita dan orang lain, menghindari hoaks, menyebarkan konten positif, jangan memulai konflik. Gunakanlah media sosial untuk kebaikan.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (8/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Astried Finna Ayu Kirana (Managing Director PT. Astrindo Sentosa Kusuma), Muliadi Anang Kota (Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip UNCEN), dan Ichsan Colly (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*