Inflasi Bali Didorong Kenaikan Harga Cabai hingga Minyak Goreng

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho

Denpasar – Terjadinya inflasi pada bulan Desember 2021 di Provinsi Bali sebesar 3,75% month to month atau bulanan (mtm) didorong kuat oleh Kenaikan harga cabai rawit hingga minyak goreng.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan, kelompok barang volatile food pada bulan Desember 2021 mengalami inflasi sebesar 3,75% mtm.

“Peningkatan harga terutama terjadi pada komoditas cabai rawit, minyak goreng, dan telur ayam ras,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan itu saat rilis awal tahun 2022 pada Selasa 4 Januari.

BI Sebut Bali Nusra Alami Inflasi 2,06 Persen

Selanjutnya, peningkatan tekanan harga cabai rawit disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengganggu tingkat produksi, sedangkan peningkatan harga komoditas minyak goreng seiring dengan tren kenaikan harga minyak sawit dunia sejak awal tahun.

Naiknya harga telur ayam ras tidak terlepas dari upaya Pemerintah dalam menjaga kestabilan harga daging ayam ras yang sebelumnya tercatat rendah, melalui kebijakan pembatasan telur tetas dan afkir dini.

Kelompok barang administered price mencatat inflasi sebesar 0,48% mtm. Peningkatan tekanan harga terutama terjadi pada harga angkutan udara seiring dengan meningkatnya aktivitas penerbangan ke Bali sebagai dampak dari penurunan level PPKM sejak bulan Oktober 2021 dan libur sekolah dalam rangka perayaan Nataru.

Percepat Pemulihan Ekonomi, BPR wilayah Bali dan PT Komunal Sejahtera Indonesia Sepakat Kerjasama

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*