Pemda Cianjur Terima Rp. 1,1 M Dana Bantuan Masyarakat Lombok Timur NTB

0

Kabardenpasar -Masyarakat Lombok Timur bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Lombok Timur NTB, menggalang dana untuk membantu korban bencana alam gempa Cianjur yang menelan korban tidak saja harta benda tapi juga ratusan nyawa.

Hasilnya terkumpul dana sebesar Rp. 1,1 Milyar yang selanjutnya diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur Jawa Barat Rabu, 14 Desember 2022.

H Suroto, S.KM, M.Kes mewakili pemerintah Lombok Timur menyerahkan langsung dana cash tersebut yang diterima Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Teddy Artiawan di Pendopo kantor Bupati setempat.

Suroto dalam kesempatan tersebut mengatakan kepedulian ini merupakan bentuk wujud nyata saling membantu antar sesama yang tertimpa musibah. Disebutkannya bahwa daerah Lombok Timur tahun 2018 juga pernah diguncang gempa yang menelan korban tidak sedikit meski tidak sedahsyat di Cianjur.

“Nilai yang kami serahkan ini, tidak mungkin akan bisa mencukupi kebutuhan yang sebenarnya. Tetapi paling tidak hanya meringankan saja,” ungkap Suroto.

Semua berawal ide pimpinan daerah (Bupati Lotim, Drs.H.M.Sukiman Azmy), untuk menggalang dana guna membantu korban bencana alam Cianjur. Gayung bersambut sejumlah pihak menanggapi positif. “Bahkan untuk 61 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) langsung dikoordinir oleh pimpinan OPD sendiri. Sedang di 21 Kecamatan yang ada di Lotim, sumbangan dari masyarakat dan mesjid, langsung di koordinir sendiri oleh masing-masing Camat,” urai Suroto.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Cianjur, Teddy Artiawan, dalam kesempatan tersebut mengatakan sangat berterimakasih kepada Pemkab dan masyarakat Lotim atas perhatian dan bantuan dananya. “Tentu ini sangat bermanfaat,” tambahnya.

Disampaikan juga data sementara sampai hari, sebut Teddy, jumlah bangunan yang rusak secara keseluruhan berjumlah 56.548, unit, dengan perincian, 16.403 yang rusak berat, rusak sedang berjumlah 25 ribu lebih, serta yang rusak ringan 5 ribu lebih unit rumah.

“Itu data yang terkumpul sampai hari ini di 16 Kecamatan, dengan 109 desa di Kabupaten Cianjur,” katanya.

Sedang korban meninggal, sebut Teddy, berjumlah 334 orang, korban hilang, sudah terdeteksi berjumlah 80 orang lebih.

“Fasilitas pendidikan yang rusak parah, berjumlah 544 sekolah, tempat ibadah berjumlah 281, bangunan gedung perkantoran berjumlah 18 unit, serta fasilitas kesehatan sendiri berjumlah 18 unit juga. Sekali lagi terimakasih,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *